Kabar Surabaya

Dishub Surabaya Sebarkan Semua Pelanggar Lalu Lintas ke Media Sosial, Punya CCTV Penembus Kaca

Dishub Surabaya Sebarkan Semua Pelanggar Lalu Lintas ke Media Sosial, Punya CCTV Penembus Kaca.

Dishub Surabaya Sebarkan Semua Pelanggar Lalu Lintas ke Media Sosial, Punya CCTV Penembus Kaca
IG @atcs.kotabandung
ILUSTRASI - Pemotor tidak pakai helm terekam CCTV dan disebarkan ke media sosial. Ini yang sudah dilakukan ATCS Kota Bandung. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya berniat menyebarkan segala bentuk pelanggaran lalu lintas yang terdeteksi CCTV ke media sosial. Termasuk mereka yang melakukan pelanggaran tidak memakai sabuk pengaman di dalam mobil juga terdeteksi saat melintas di jalan raya kota ini.

"Ada CCTV speed yang bisa menembus kaca mobil hingga 80 persen. Pelanggar yang tak pakai sabuk pengaman akan tercapture. Jadi wajahnya akan terlihat jelas. Sudah lima titik kami pasangi CCTV ini," kata Kepala Dinas Perhubungan Surabaya Irvan Wahyu Drajat, Selasa (17/9/2019)

Ia menyebutkan, penyebaran ke media sosial itu untuk memberikan efek jera. Entah itu Instagram, Facebook, Twitter hinggga grup WA.

Irvan mengakui bahwa CCTV e-Tilang di Surabaya yang sebelumnya sudah berjalan akan ditingkatkan. Tidak hanya dalam skala yang lebih luas namun juga tingkat akurasi yang lengkap.

Salah satu titik CCTV yang bisa mengcapture driver yang tak memakai sabuk pengaman adalah di Jl Frontage A Yani Surabaya. CCTV dengan lampu menyala kuat dan mengarah ke jalan raya itu langsung memfoto pengemudi yang tak memakai seat belt.

Titik nyala yang sengaja dipasang di tengah jalan itu akan mengarah pada pengguna jalan. Mereka yang melakukan pelanggaran secara otomatis akan terekam dan tercapture. Tidak saja melanggar marka jalan, menerobos lampu merah, melanggar putar balik, hingga tak memakai sabuk pengaman.

Saat ini semua pihak, mulai deri Dishub, Polrestabes, Kejaksan dan Pengadilan Negeri Surabaya sepakat melanjutkan CCTV E Tilang. CCTV E Tilang yang pernah dijalankan pada 2018 lalu sudah melibatkan semua institusi terkait itu.

Namun tahun ini akan lebih diperluas cakupannya. Yakni Dishub, Polrestabes, Polres Tanjung Perak, Polda Jatim, Kejaksaan, dan Pengadilan Surabaya.

"Kami sedang siapkan MoU untuk menyiapkan pendapat CCTV E Tilang. Secara Infrastuktur dan sarana Peralatan kita siap," kata Irvan.

Kanit Laka Polrestabes Surbaya AKP Muhammad Faqih mendukung penuh setiap kebijakan demi meningkatkan disiplin pengguna jalan. "Setiap kecelakaan hampir semua diawali karena pelanggaran," kata Faqih.

Diakui bahwa ada kecenderungan bahwa tidak mudah mengajak warga berbudaya disiplin lali lintas. Terutama pengendara motor. Mereka enggan mencari putar balik yang kadang jauh. Juga tidaak sabar di lampu merah.

Saat ini total ada 140 CCTV E-Tilang capture nopol, 30 CCTV pengenal wajah, dan 5 CCTV Speed penembus kaca mobil.

Sebelum ada CCTV ini pelanggaran mencapai 600 pelanggaran sehari. Saat ini menurun tinggal 130 pelanggar per hari.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved