Kota Batu

MCW Sebut RTRW Kota Batu Menuju Bunuh Diri Ekologis, Wali Kota Klaim Sudah Sesuai Prosedur

Reaksi Dewanti soal Malang Corruption Watch (MCW) yang merilis informasi berkaitan tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2019–2039 Kota Batu.

MCW Sebut RTRW Kota Batu Menuju Bunuh Diri Ekologis, Wali Kota Klaim Sudah Sesuai Prosedur
Benni Indo
Kawasan pertanian di Kota Batu. Dalam uji publik Ranperda RTRW, akan mengubah sekitar 20 persen peruntukan di Kota Batu. 

Malang Corruption Watch (MCW) merilis informasi berkaitan tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2019 – 2039 Kota Batu.

SURYAMALANG.COM, BATU – Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menanggapi kritikan yang disampaikan Aliansi Masyarakat Kota Batu terhadap rencana perubahan Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Batu.

Kata Dewanti, perubahan itu sudah sesuai mekanisme yang ada, tidak tergesa-gesa.

“Itu sudah dua tahun tidak terburu-buru. Kemarin ditetapkan bukan langsung otomatis begitu adanya. Ada evaluasi dari provinsi dan BPN,” ujar Dewanti, Selasa (17/9/2019).

Dilanjutkan Dewanti, saat ini draft Ranperda RTRW sudah berada di Pemprov Jatim. Namun Dewanti tidak bisa memastikan kapan draft tersebut disetujui Pemprov Jatim dan dikembalikan ke Pemkot Batu.

“Kami sabar menunggu. Mereka juga akan verifikasi ke lapangan, jadi tidak bisa cepat-cepat. Orang yang mengkritisi itu pasti tidak tahu prosesnya. Ada evaluasi yang kemudian disinergikan dengan BPN, dengan satu peta yang dipunyai Indonesia,” jelasnya.

Disinggung soal dokumen KLHS, Dewanti mengatakan bahwa dokumen itu sudah berada di Pemkot Batu. Namun Dewanti tidak menjelaskan secara detail apa isi dokumen itu.

“KLHS sudah turun, ya sudahlah. Pasti semua prosesnya sudah. Kalau tidak, pasti dibatalkan provinsi. Itu yang harus diketahui,” paparnya.

Sebelumnya, Malang Corruption Watch (MCW) merilis informasi berkaitan tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2019 – 2039 Kota Batu.

Pada judul rilisnya, MCW menyebut RTRW Kota Batu menuju bunuh diri ekologis.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved