Kabar Tulungagung

Pejabat KPK ke IAIN Tulungagung, Ungkap Lika-liku Korupsi Para Politisi Demi Biayai Partai Politik

PEJABAT KPK KE #TULUNGAGUNG - Katanya, parpol harus cari dana sendiri. Awalnya mencari dana dari kekuasaan, lewat kader yang jadi kepala daerah.

Pejabat KPK ke IAIN Tulungagung, Ungkap Lika-liku Korupsi Para Politisi Demi Biayai Partai Politik
David Yohanes
Direktur PJKAKI Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sujanarko, memberi kuliah umum di IAIN Tulungagung. 

PEJABAT KPK KE #TULUNGAGUNG - Katanya, parpol harus cari dana sendiri. Awalnya mencari dana dari kekuasaan, lewat kader yang jadi kepala daerah.

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sujanarko menilai, muara dari korupsi adalah partai politik yang mencari sumber dana.

Hal ini diungkapkan Sujanarko saat kuliah umum di IAIN Tulungagung, Selasa (17/9/2019).

Menurut pejabat KPK itu, di banyak negara parpol dibiayai oleh negara melalui APBN sehingga tidak perlu cari biaya sendiri.

Di Indonesia Parpol harus cari dana sendiri. Awalnya mereka mencari dana dari kekuasaan, lewat kader-kader yang jadi kepala daerah.

“Dulu ada fenomena, setiap menjelang Pilkada perizinan naik. Izin galian C, izin tambang dan lain-lain,” ujar Sujanarko.

Bahkan KPK pernah menemukan dari 12.000 Izin Usaha Pertambangan (IUP), 5.500 IUP di antaranya bodong.

Ada satu lokasi tambang yang mempunyai dua IUP, serta IUP yang dijualbelikan.

Tidak main-main, jual beli IUP ini dilakukan secara internasional di Hongkong.

“Itulah sebabnya waktu itu tidak ada fenomena jual beli jabatan,” ungkap Sujanarko.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved