Kota Batu

Wali Kota Batu Teman Chairul Tanjung di SMA 1 Jakarta, Dulu Orangtuanya Pekerja Serabutan

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bercerita bahwa ia satu almamater dan satu angkatan dengan Chairul Tanjung di SMA 1 Jakarta.

Wali Kota Batu Teman Chairul Tanjung di SMA 1 Jakarta, Dulu Orangtuanya Pekerja Serabutan
Benni Indo
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat bercerita tentang Chairul Tanjung di hadapan para penerima PKH, Selasa (17/9/2019). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bercerita soal Chairul Tanjung (CT) saat memberikan sambutan di hadapan para ibu-ibu Program Keluarga Harapan (PKH) di Balai Desa Pesanggrahan, Selasa (17/9/2019).

Dewanti bercerita bahwa ia satu almamater dan satu angkatan dengan Chairul Tanjung di SMA 1 Jakarta.

Dewanti mengatakan, dahulu Chairul Tanjung bukanlah siapa-siapa. Namun karena kerja kerasnya, Chairul Tanjung kini masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Dewanti pun berharap, semangat yang ada pada Chairul Tanjung bisa diterapkan pada ibu-ibu penerima PKH.

“Pak CT sebetulnya sama, dulu bukan siapa-siapa. Tapi ketika ia usaha, sehingga bisa menjadi orang besar. Pak CT bukan semata-mata langsung menjadi besar, dulu jatuh bangung. Agar ibu-ibu juga bisa mencontoh dan tidak patah semangat,” ujar Dewanti saat menghadiri acara Pelatihan Keterampilan dan Penyerahan Bantuan Sosial Kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan Dinsos Batu, Selasa (17/9/2019).

Dikisahkan Dewanti, Chairul Tanjung lahir dari orangtua yang kerjanya serabutan. Namun sekarang menjadi konglomerat berkat kerja kerasnya.

Kata Dewanti, meskipun dirinya merupakan anak seorang ASN yang memiliki jabatan kepala dinas, namun ternyata Chairul Tanjung bisa lebih sukses. Itu semua karena kerja kerasnya.

“Bapak ibunya pekerja serabutan, tetapi sekarang menjadi orang kaya karena usaha. Beliau yang dulu tidak punya apa-apa, dibanding orangtua saya sebagai ASN,” ujarnya.

Di sisi lain, Dewanti juga bangga karena ada enam warganya mengundurkan diri sebagai penerima bantuan PKH. Dengan mundurnya enam orang itu dari bantuan PKH, berarti mereka telah mandiri.

“Saya bangga ada enam PKH yang sudah mandiri. Usahanya lontong, soto, juragan kambing dan kusir dokar. Semoga penerima yang baru juga bisa mandiri,” harap Dewanti diamini para tamu undangan.

Dewanti juga mengingatkan agar pelaku usaha, khususnya yang menerima PKH pandai mengatur manajemen bisnis dan jeli melakukan hitung-hitungan.

Sejauh pengalaman Dewanti, kendala yang terjadi saat ini di kalangan pengusaha kecil adalah manajemen bisnis. Ia juga meminta agar pengeluaran sekecil apapun bisa masuk hitungan.

“Bukan karena perhitungan, namun cara kerja profesional seperti itu sehingga nantinya bisa diketahui apa-apanya,” ungkapnya.

Dalam kegiatan itu, Dinsos Kota Batu memberikan bantuan kepada 18 kelompok usaha bersama (kube) berupa sarpras untuk kegiatan usaha. Setiap kelompok terdiri dari 10 orang.

Kapala Dinsos Kota Batu, Ririck Mashuri menambahkan, pemberian sarpras kepada 18  kube bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Ia menerangkan, 18 kube penerima sarpras mendapat dana APBD Kota Batu  2019.

“Dananya sebesar Rp 94,8 juta. Enam orang penerima manfaat telah mandiri atau mampu mengembangkan usahanya sendiri. Bantuan meliputi mesin cuci, mesin perajang keripik, kompor gas, blender, hingga peralatan memasak,” ujar Ririck.

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved