Malang Raya

Aksi Tabur Bunga untuk KPK Warnai Demo Penolakan Revisi UU KPK di Depan Gedung DPRD Kota Malang

Aksi tabur bunga untuk KPK mewarnai unjuk rasa penolakan revisi UU KPK di depan gedung DPRD Kota Malang, Rabu (18/9/2019).

Aksi Tabur Bunga untuk KPK Warnai Demo Penolakan Revisi UU KPK di Depan Gedung DPRD Kota Malang
SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Aksi tabur bunga untuk KPK mewarnai unjuk rasa penolakan revisi UU KPK di depan gedung DPRD Kota Malang, Rabu (18/9/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Aksi tabur bunga untuk KPK mewarnai unjuk rasa penolakan revisi UU KPK di depan gedung DPRD Kota Malang, Rabu (18/9/2019).

Aksi tabur bunga tersebut dilakukan setelah DPR RI telah mengesahkan revisi UU 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi pada Selasa (17/9/2019).

Bunga tersebut ditaburi di atas miniatur gedung KPK yang telah dibuat sekelompok massa yang mengatasnamakan Masyarakat Anti Korupsi (MAK).

Di atas miniatur gedung KPK tersebut ada tulisan ‘KPK TELAH MATI AJUR WIII’.

Kemudian di sampingnya ada seseorang yang membawa piagam KPK 2020-2019 sembari memakai topeng dengan hidung panjang mirip pinokio.

“Kami ingin menyuarakan bahwa demokrasi di Indonesia telah mati.”

“KPK sebagai lembaga penegak hukum pemberantasan korupsi juga mati karena sudah ada pengesahan UU KPK,” ucap Eki Maulana Ibrahim, Korlap Aksi kepada SURYAMALANG.COM.

Menurutnya, pengesahaan UU KPK adalah puncak dari sejumlah upaya pelemahan KPK dalam kewenangannya memberantas korupsi.

Padahal, sejak KPK berdiri, KPK telah menangani 539 koruptor dari dimensi politik.

Bahkan KPK telah menetapkan tiga anggota dan pimpinan DPR RI masa bakti 2014-2019  sebagai tersangka.

Halaman
123
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved