Malang Raya

Lulut Edy Santoso Pamerkan Koleksi Buku-buku Kuno di Perpustakaan Kota Malang

Terakhir pada 4 Mei 1942. Dikatakan, pada 1942 masa pendudukan Jepang. Di Malang pada 3 Maret 1942, wali kota mengumumkan akan kedatangan Jepang.

Lulut Edy Santoso Pamerkan Koleksi Buku-buku Kuno di Perpustakaan Kota Malang
Hayu Yudha Prabowo
PAMERAN NASKAH KUNO - Pengunjung melihat naskah kuno yang dipajang dalam Pameran Naskah Kuno, koleksi Lulut Edi Santoso di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Malang, Rabu (18/9/2019). Pameran yang menampilkan puluhan naskah kuno yang ditulis mulai tahun 1800 hingga 1900 ini untuk mengenalkam sastra kuno kepada masyarakat luas. 

Dalam buku itu ada kertas tanggal peminjaman. Terakhir pada 4 Mei 1942. Dikatakan, pada 1942 masa pendudukan Jepang. Di Malang pada 3 Maret 1942, wali kota memberi pengumuman akan kedatangan Jepang.

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sejumlah koleksi buku kuno dari Lulut Edy Santoso, guru SMAN 3 Kota Malang, dipamerkan di Perpustakaan Kota Malang, Rabu (18/9/2019).

Tertua diperkirakan dibuat pada tahun 1700. "Ya perkiraan saja karena tidak ada tulisan tahunnya," kata Lulut pada Suryamalang.com tentang salah satu koleksi Alquran.

Ada juga satu buku koleksi perpustakaan kota dalam bahasa Belanda yang didapat dari Jl Batok tiga bulan lalu.

"Mungkin buku ini habis dipinjam dan tak sempat dikembalikan karena perang," duganya.

Dalam buku itu ada kertas tanggal peminjaman. Terakhir pada 4 Mei 1942. Dikatakan, pada 1942 masa pendudukan Jepang. Di Malang pada 3 Maret 1942, wali kota memberi pengumuman akan kedatangan Jepang.

Masyarakat diminta tidak melakukan pergerakan dan perlawanan. Ia menyatakan akan membuat scan atas buku itu agar bisa jadi kenang-kenangan buat perpustakaan Kota Malang.

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

"Kalau buku aslinya nanti dulu," jelasnya.

Ada juga buku koleksi RRI Malang saat masih di Jl Cerme. Dikatakan, untuk mendapatkan koleksi kuno, ia tidak membatasi waktu dan tempat. Biasanya juga bertanya pada setiap orang. "Pernah dapat buku dari rongsokan di Jl Langsep. Saat itu pukul 00.00 WIB. Ketika tahu itu, ia memberi ganti rugi ke orangnya.

"Saya hanya mengoleksi dan tak menjualnya," jelasnya. Ia merasa, koleksi-koleksi itu seperti istri pertamanya.

Untuk merawat buku lama, memang ada tipsnya. Termasuk rajin membersihkan dari debu dan jamur. Juga menjaga kelembabannya. Rayap juga jadi ancaman koleksinya sehingga ia mengarah ke digitalisasi. Meski ancamannya juga ada jika file rusak. Yg dipamerkan juga ada Babad Jawa dan Babad Cina. 

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved