Kabar Madiun

Polisi Madiun Segera Tetapkan Tersangka Kasus Galian Ilegal di Watu Dakon Resort, Kecamatan Dagangan

#MADIUN - Praktek galian ilegal di Desa Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten madiun berlangsung sejak 2017.

Polisi Madiun Segera Tetapkan Tersangka Kasus Galian Ilegal di Watu Dakon Resort, Kecamatan Dagangan
rahadian bagus
Petugas Satpol PP bersama petugas dari kepolisian dan TNI saat melakukan penyegelan di lokasi galian tak berizin di Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. 

Praktek galian ilegal di Desa Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten madiun berlangsung sejak 2017. Pemilik usaha awalnya mengajukan izin usah kolam pemancingan atau resort melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Madiun.

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Polres Madiun segera menetapkan tersangka kasus tambang ilegal di kawasan Watu Dakon Resort, Desa Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.

Hal itu disampaikan Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Logos Bintoro, ketika dikonfirmasi, Rabu (18/9/2019) siang.

Ia menuturkan, rencananya pekan depan dilakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka dalam kasus yang ditangani sejak Maret 2019, lalu.

"Baru akan kita gelarkan, rencana gelar naik status. Bisa baik status tersangka atau tidak, tergantung gelar minggu depan," kata Logos.

Dia mengatakan, selama proses penyidikan, pihaknya telah memeriksa sembilan saksi. Di antaranya pengawas pekerja Watu Dakon Resort, Marsudi, Camat Dagangan Muhamad Zahrowi, Kades Banjarsari Wetan Samekto, Kabid Pengembangan Pariwisata Disparpora Isbani, Kabid ESDM DPMPTSP, Aris Budi Susilo, serta Kasi Perencanaan Lingkungan Hidup DLH Frans da Costa.

Logos menuturkan, kemungkinan akan ada satu orang yang akan menjadi tersangka dalam kasus ini. "Sementara satu orang, arahnya ke sana," jelasnya.

Untuk diketahui, diduga praktek galian ilegal di Desa Banjarsari Wetan ini telah berlangsung sejak 2017. Pemilik usaha awalnya mengajukan izin usah kolam pemancingan atau resort, melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Madiun.

Namun, meski tak mengantongi izin usaha tambang, sudah dilakukan penggalian hingga kedalaman sekitar 15 meter. Material galian berupa tanah dan batu dijual.

Pengelola usaha galian ilegal ini diduga melanggar Undang-undang tentang Lingkungan Hidup dan Undang-undang tentang Mineral dan Batubara.

Galian ilegal ini telah ditutup oleh Petugas Satpol PP. Kabid Penertiban dan Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Madiun, Eko Budi Hastanto, mengatakan penyegelan tersebut seusai dengan Permen LH no 2 tahun 2013, tentang pedoman sanksi adminsitratif di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved