Malang Raya

Ucapan Terakhir Korban Pesta Miras Oplosan Sebelum Meninggal di RS di Kota Malang

Firnanda Tri Prasetyo (16) meninggal di RS Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Selasa (17/9/2019).

Ucapan Terakhir Korban Pesta Miras Oplosan Sebelum Meninggal di RS di Kota Malang
SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya
Prosesi pemakaman Firnanda Tri Prasetyo, korban pesta miras oplosan di Kota Malang, Rabu (18/9/3029). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Firnanda Tri Prasetyo (16) meninggal di RS Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Selasa (17/9/2019).

Remaja asal Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang ini adalah satu dari empat korban meninggal akibat pesta minuman keras (miras) oplosan.

Ayah Firnanda, Miseri mengungkapkan anaknya sempat mengeluh sesak dada dan pandangan matanya kabur.

Kemudian Miseri membawa Firnanda ke RSSA agar mendapat perawatan.

“Dia bilang ke saya, ‘Yah bagaimana caranya biar nafas saya normal?’”

“Saya kaget. Makanya saya langsung dia bawa ke RSSA,” ujar Miseri kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (18/9/2019).

Firnanda langsung mendapat perawatan intensif di RSSA.

Beberapa jam setelah mendapat perawatan, Firnanda sempat sadar.

Namun, kondisi Firnanda drop pada Selasa siang, dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada pukul 19.00 WIB.

“Jadi efek oplosan itu memang lama-lama menyerang organ tubuh. Ini sudah menyerang ke jaringan otak dan pecah,” ucapnya.

Miseri mengakui Firnanda ikut persiapan acara bersih desa di Punden Mbah Beji di Jalan Simpang Candi Panggung.

Namun, dia tidak tahu jika puteranya ikut pesta miras oplosan.

Miseri berharap polisi mengusut tuntas kasus ini, dan menemukan siapa pembeli dan penjual miras oplosan yang merenggut nyawa anaknya.

Sampai saat ini empat orang meninggal, enam orang dirawat di RS, dan dua orang lain telah kembali ke rumah.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved