Nasional

50 Tahun Kematian Soe Hok Gie : Mendaki Gunung sebagai 'Perlawanan' Terhadap Iklim Politik di Kampus

50 Tahun Kematian Soe Hok Gie : Mendaki Gunung sebagai 'Perlawanan' Terhadap Iklim Politik di Kampus

50 Tahun Kematian Soe Hok Gie : Mendaki Gunung sebagai 'Perlawanan' Terhadap Iklim Politik di Kampus
Dokumentasi Mapala UI
Foto Soe Hok-Gie yang ditemukan di Sekretariat Mapala UI, Depok, Jawa Barat. Soe Hok-Gie merupakan salah satu pendiri Mapala UI sekaligus aktivitis yang turut berperan dalam aksi long march dan demo besar-besaran pada tahun 1966. Mapala UI sebagai salah satu pelopor pencinta alam di Indonesia, memiliki foto-foto yang menjadi bagian sejarah kepencintaalaman di Indonesia. 

SURYAMALANG.COM - Soe Hok Gie, selain dikenal sebagai aktivis dan penulis, ia juga sosok pecinta alam yang gandrung naik gunung.

Pria yang akrab disapa Hok Gie ini merupakan salah satu pendiri organisasi Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia.

Bagi Soe Hok Gie, mendaki gunung bukan sekedar ikut tren atau ingin menjadi keren.

Dalam buku "Seri Buku Tempo: Gie dan Surat Surat yang Tersembunyi" yang diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia bekerja sama dengan Tempo Publishing, dijabarkan alasan Gie gemar naik gunung.

Soe Hok Gie diceritakan oleh sahabatnya, Herman Onesimus Lantang, memilih naik gunung karena muak dengan iklim politik kampus.

Soe Hok Gie punya ide membentuk wadah untuk menampung mahasiswa yang ogah digolong-golongkan dalam partai politik tertentu dan lebih senang berkegiatan di alam bebas.

Hal itu juga yang menjadi latar belakang Hok Gie mendirikan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Prajnaparamita Fakultas Sastra UI di Ciampea, Bogor 11 Desember 1964. Organisasi cikal bakal Mapala UI.

"Tujuan Mapala ini adalah mencoba membangunkan kembali idealisme di kalangan mahasiswa untuk secara jujur dan benar-benar mencintai alam, tanah air, rakyat, dan almamaternya," tulis Hok Gie di majalah Bara Eka Nomor 13 tahun iii, Maret 1966.

"Mereka adalah sekelompok mahasiswa yang tidak percaya bahwa patriotisme dapat ditanamkan hanya melalui slogan-slogan dan jendela-jendela mobil. Mereka percaya bahwa dengan mengenal rakyat dan tanah air Indonesia, secara menyeluruh barulah seseorang dapat menjadi patriot-patriot yang baik," tulis Hok Gie.

Lewat tulisan Hok Gie Menaklukan Gunung Slamet di buku Soe Hok Gie Zaman Peralihan dari Penerbit Buku Populer Gagas Media, ia menuliskan betapa penting para pemuda untuk naik gunung.

Halaman
123
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved