Malang Raya

6 Hektare Lahan di Lereng Gunung Semeru Terbakar, Upaya Pemadaman Cuma Digepyoki

LERENG GUNUNG SEMERU TERBAKAR."Ya digepyoki begitu, pemadaman secara manual karena kan lokasinya di atas," imbuh Wawan.

6 Hektare Lahan di Lereng Gunung Semeru Terbakar, Upaya Pemadaman Cuma Digepyoki
ist
Kebakaran di lereng Gunung Semeru, Jawa Timur menghanguskan enam hektare lahan yang didominasi pohon Cemara Gunung dan juga ilalang. 

SURYAMALANG.COM, LUMAJANG - Kebakaran di jalur pendakian Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Berdasarkan surat yang dikeluarkan Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), kebakaran hutan terjadi di lokasi Sumber Mani - Arcopodo - Kelik. Lokasi ini berada di atas Ranu Kumbolo, dan sebelum Puncak Mahameru (3.676 Mdpl).

Kepala Bidang Kesiapsiagaan, Kedaruratan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Wawan Hadi menuturkan, kebakaran terjadi pada Selasa (17/9/2019) lalu. "Kemudian bisa dipadamkan pada Rabu (18/9/2019), dan tanggal 19 hari ini, muncul titik api lagi," ujar Wawan kepada SuryaMalang.com, Kamis (19/9/2019).

Tim dari BPBD Lumajang, lanjut Wawan, membantu petugas TNBTS memadamkan api, bersama juga relawan, porter, dan guide. Pemadaman dilakukan secara manual.

"Ya digepyoki begitu, pemadaman secara manual karena kan lokasinya di atas," imbuh Wawan.

Selain memadamkan api, petugas, relawan, dan porter juga menggiring pendaki untuk turun. Saat kebakaran pertama terjadi Selasa (17/9/2019), diketahui banyak pendaki dari rute Ranu Kumbolo hingga Puncak Mahameru. Karenanya sejak Rabu (18/9/2019), pendaki dari atas digiring turun, dan dari bawah dilarang untuk naik sampai ke puncak.

Bahkan pada Kamis (19/9/2019), pihak BB TNBTS mengeluarkan pengumuman resmi, yakni rekomendasi kepada pendaki untuk tidak mendaki sampai ke Kalimati dan Punca Mahameru. Surat yang ditandatangani oleh Kepala BB TNBTS John Kenedie itu menyebutkan dua hal, yakni meminta siapapun tidak mendaki hingga Kalimati dan Puncak Mahameru, serta batas aman pendakian dibatasi hingga Ranu Kumbolo.

Dalam pengumuman ter tanggal 19 September itu juga disebutkan, pengumuman dari Kepala BB TNBTS ter tanggal 9 Mei 2019 tentang pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru dinyatakan tidak berlaku.

"Ya, hari ini kami menerima pengumuman resmi dari TNBTS yang menyebutkan pelarangan pendakian sampai ke puncak. Pendakian hanya bisa dilakukan hingga Ranu Kumbolo," pungkas Wawan.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved