Breaking News:

Nasional

Cerita Lengkap VCS Siswi SMA Viral di WhatsApp, Video Dipakai Untuk Ancaman Bersetubuh

Berikut ini cerita lengkap VCS siswi SMA viral di WhatsApp, siapa sangka ternyata video call seks (VCS) ini digunakan untuk mengancam sang siswi.

Tribun Sumsel
Ilustrasi VCS siswi SMA 

"Kami akan mintai keterangan dulu, mengenai video yang katanya beredar kita sampai saat ini belum mengetahui," kata Abdul.

Laporan diperoleh polisi dari laporan sang ibu S yang mengatakan anaknya disetubuhi oleh pria kenalannya di Facebook.

"Jika memang benar maka pelaku akan dikenakan pasal anak di bawah umur ancamannya berat 15 tahun penjara, ini masih kami lidik," bebernya.

Ia pun berharap, warga yang memiliki video tersebut tidak menyebarkan karena bisa dijerat UU ITE dengan ancaman 4 tahun penjara.

5. Kasus Serupa

Rekaman video asusila kembali tersebar ramai di kalangan masyarakat Kota Balikpapan, Kalimantan Timur melalui grup akun media sosial Watshap (WA).

Aktor di balik video asusila tersebut diduga masih berstatus pelajar dan sengaja direkam oleh pelaku untuk dijadikan sebagai keperluan dokumentasi pribadi.

Namun tanpa disadari oleh pelaku, video yang memperlihatkan adegan tak senonoh itu justru tersebar luas di kalangan masyarakat Kota Balikpapan.

Kanit Tipiter Satreskrim Polres Balikpapan, Iptu Noval Forestriawan, membenarkan adanya video tak senonoh itu tersebut, saat ditemui Tribunkaltim.co, di ruang kerjanya di Mapolres Balikpapan, Kamis (5/9/2019).

Bahkan, dia menyebutkan bahwa pelaku bersama pihak keluarganya sudah melaporkan kepada pihaknya karena merasa keberatan tersebar luas tanpa sepengetahuan pemiliknya.

"Ia benar, kami menerima ada yang laporan terkait video asusila satu pelajar yang ada di kota Balikpapan ini, kami menerima laporannya selanjutnya bersama tim Reskrim segera menindaklanjuti," kata Noval, dikutip Tribunnews dari Tribun Kaltim.

Pelaku adegan video asusila tersebut diduga masih berstatus sebagai pelajar.

Namun, belum diketahui secara jelas dimana tempat ia bersekolah.

Karena pihak keluarga dan pelaku merasa keberatan lantaran video asusila tersebut tersebar tanpa sepengetahuan pelaku.

"Untuk sementara pihak keluarga dan korban tidak terima dan melapor kepada pihak Kepolisian untuk segera diusut bagaimana video asusila tersebut tersebar," ungkap Noval.

Lebih lanjut, Noval mengatakan penyelidikan tersebut nantinya juga akan melibatkan sejumlah saksi.

Menurutnya, hal itu bisa terjerat pasal ITE.

Termasuk juga jenis pelanggaran lainnya yang bisa saja justru menjerat kedua belah pihak.

"Untuk pelaku penyebar untuk sementara mungkin dikenakan pasal ITE, dan kita juga nanti akan melihat untuk pelanggaran yang lainnya," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved