Berita Malang
BERITA MALANG POPULER Hari Ini, Cara SDN Kasin Populerkan Lagi 'Nulis Gedrig' & Penanganan Sampah
Berita Malang Populer hari ini, cara SDN Kasin populerkan Lagi 'Nulis Gedrig' atau tegak bersambung dan penanganan sampah oleh Wali Kota Malang.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM - Berita Malang populer hari ini Sabtu (21/9/2019) salah satunya tentang cara SDN Kasin populerkan lagi 'Nulis Gedrig'.
Selain itu berita Malang populer lainnya juga menyangkut penanganan sampah di Kota Malang.
Selengkapnya langsung saja simak berita Malang populer hari ini yang telah dirangkum SURYAMALANG.COM.
1. Cara SDN Kasin Populerkan Lagi 'Nulis Gedrig'
Menulis halus atau menulis huruf tegak sambung sudah banyak ditinggalkan siswa. Bahkan di jenjang SD biasanya hanya sampai kelas 2 atau 3.
Setelah itu, kebanyakan menulis huruf tegak biasa hingga dewasa. Dalam bahasa Jawa biasanya disebut nulis gedrig.
SDN Kasin, Kelurahan Kasin Kecamatan Klojen, Kota Malang menggiatkan lagi menulis halus itu mulai semester ini untuk kelas 1 sampai 6. Ada buku tulis khusus untuk itu.
"Menulis tegak bersabung sudah banyak yang lupa. Ini juga sebagai kegiatan literasi menulis. Biasanya literasi identik dengan membaca saja," jelas Budi Hartono, Kepala SDN Kasin, kepada Suryamalang.com, Jumat (20/9/2019).
Menulis tegak bersabung juga melatih kesabaran, mengingat huruf, membaca juga untuk motorik. Memang menulis ini tidak sepanjang hari. Marie Daniel, guru kelas 6A, menyatakan, setiap Senin di kelasnya digiatkan latihan itu.
"Dilakukan sebelum pembelajaran sebagai pembiasaan," jelas Daniel.
• Ibu di Kediri Tidak Tahu Putrinya Hamil, Pamit Kembali ke Malaysia, Ternyata Tewas di Sidoarjo

Ia pribadi senang dengan program sekolah itu karena memang sudah banyak yang lupa bagaimana menulis halus.
"Ini juga melatih kesabaran menulis," jawabnya.
Apalagi siswa sudah lama tak melakukan itu. Ia menunjukkan contoh buku menulis milik siswanya. Buku itu disimpan di kelas. Bisa dibawa pulang jika ada penugasan. Setelah itu dikembalikan lagi.
"Misalkan saya tugaskan mencari artikel biografi seseorang. Nilai positifnya dari biografi itu, siswa saya minta menulis halus di bukunya," cerita guru muda ini.
Di buku itu ada artikel tentang almarhum BJ Habibie berikut fotonya. Sedang di halaman berikutnya diberi nilai positif tentang artikel itu dalam tulisan halus.
Dijelaskan Budi, kegiatan literasi bisa dilakukan banyak hal. Seperti bahasa dengan menulis dan membaca. Ada literasi numerik seperti latihan perkalian di matematika. Filza Safi Nazifa, siswa kelas 6C menyatakan suka kala menulis tegak bersabung digiatkan lagi. "Mungkin karena saya suka menulis," jawab Filza pada suryamalang.com.
Dijelaskan, ia terakhir menulis halus pada kelas 3 SD. Karena suka, maka ia merasa gampang. Namun temannya juga ada yang gak suka. Budi Hartono menceritakan pernah menunggui siswa kelas 6C untuk menulis tegak bersambung dua jam.
"Ya memang ada siswa yang suka dan tidak," katanya membenarkan. Ia meminta siswa waktu itu menyalin bacaan di LKS tentang Komik di buku tulis.
Contoh tulisan siswa kelas 6C juga ditunjukkan. Sedang Ahmad Alfi, siswa kelas 6C merasakan sulit menulis tegak bersabung karena sudah lama tidak latihan. "Terakhir menulis halus ya kelas 3 SD itu," jawab Alfi.
Menurutnya, jika sering latihan mungkin bisa lebih baik. Apa ia suka dengan pembiasaan menulis itu? "Ya dijalani saja," ujar Alfi.
Sementara untuk literasi berupa bacaan, disiapkan taman baca di halaman sekolah. Awalnya ada gazebo biasa. Kemudian sejak Senin lalu diberi rak buku yang menempel di dinding gazebo itu. Juga ada rak berisi koran. Agar nyaman, di lantai gazebo diberi karpet untuk membaca. Saat istirahat atau pulang sekolah menunggu jemputan orangtua, siswa banyak ke taman bacaan itu.
"Bisa menyegarkan pikirkan," jawab Andro, siswa kelas 5 yang mengaku suka bacaan pahlawan. Jika Rohman siswa kelas 3 menyatakan bebas memilih bukunya.
Di dekat gazebo juga ada tempat duduk yang biasanya dipakai orangtua yang menunggu anaknya. Jika masih lama bisa juga mengambil buku bacaan di rak gantung di gazebo itu.
2. Penanganan Sampah
Wali Kota Malang, Sutiaji minta Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menjadi fasilitator soal kerja sama dengan Pemkab Malang terkait sampah.
Sutiaji menilai permasalahan sampah menjadi persoalan cukup serius dihadapi Pemkot Malang.

Saat ini produksi sampah di Kota Malang mencapai 600 ton per hari.
Hal itu membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supiturang lama-lama menjadi over kapasitas.
Dikhawatirkan TPA Supiturang tidak akan lama lagi menampung timbunan sampah.
“Mau tidak mau kami harus ke Kabupaten Malang. Karena mau diadakan perluasan di Kota juga sudah habis,” ujar Sutiaji.
Sutiaji menyampaikan bahwa daerah-daerah yang berhimpitan, seperti Kota Malang, Kabupaten Malang ataupun Kota Batu tidak bisa berjalan sendiri sendiri.
Hal itu sesuai PP 28 tahun 2018 menekankan pentingnya kerjasama antar daerah.
Namun, hingga sampai saat ini proses kerjasama tersebut belum sepenuhnya berjalan secara maksimal.
“Karenanya kami juga mendukung sekaligus mengharapkan peran lebih Pemerintah Provinsi Jatim melalui Bakorwil untuk dapat mengempowering kerjasama antar daerah tersebut,” paparnya.
Saat disinggung lokasi mana yang akan dijadikan letak TPA tersebut, Sutiaji belum memberikan banyak komentar.
Pihaknya hanya menunggu rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Sudah saya minta rekomendasi soal penentuan lokasi. Jadi kita tunggu saja,” ucapnya.
Dalam mengatasi permasalahan tersebut, Pemkot Malang juga akan melakukan sejumlah pemanfaatan sampah.
Seperti menggunakan teknologi penyusutan sampah dengan mengunakan bio teknologi yang ditanamkan pada setiap sel TPA.
Inovasi itu merupakan salah satu yang ditawarkan Kementerian Kemaritiman melalui kerjasama yang dilakukan dengan Belanda.
“Teknologi itu ditawarkan dari Belanda insyaallah kami sudah diundang oleh Kementerian Maritim. Tinggal kita lihat saja nanti apabila ini menjadi sebuah pilot project,” terangnya.
Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto mengatakan Pemkot sedang mencari jalan keluar perihal masalah sampah.
Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat agar dapat mengelolahsampah sejak dini.
Yang artinya di dalam rumah tangga sudah mulai dilakukan pemilahan-pemilahan.
Selain itu, Wasto juga meminta kepada masyarakat agar turut menekan jumlah sampah.
“Minimal itu bisa dilakukan di rumah masing-masing mana sampah yang dapat diolah dan mana sampah yang susah untuk diolah.”
“Dengan itu kami turut berperan dalam menekan jumlah sampah yang selama ini menjadi persoalan,” tandasnya.
3. Pelantikan 4 Pimpinan DPRD Kota Malang
Proses pelantikan empat pimpinan DPRD kota Malang akan dilaksanakan pada Senin, 23 September 2019 siang setelah SK penetapan pimpinan DPRD kota Malang turun.
"Iya Senin depan nanti pelantikannya. Dan nama-nama yang dilantik itu empat pimpinan sementara yang kemarin," ujar Ketua Sementara DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika ditemui suryamalang.com pada Jumat (20/9/2019).
Selain made, ada tiga wakil sementara DPRD Kota Malang akan menjadi wakil definitif.
• Keluarga dari Kediri Jemput Jenazah Ririn (34) dan Bayinya yang Ditemukan Membusuk di Sidoarjo

Wakil I ialah H Abdurrahman dari PKB, Wakil II H Asmualik dari PKS dan Wakil III Rimzah dari Partai Gerindra..
Ia menambahkan, pelantikan pada Senin depan itu dilakukan sesuai prosedural pelantikan anggota dewan pada umumnya.
Usai dilantik, pada keesokan harinya akan langsung rapat paripurna internal.
Seperti pembentukan alat kelengkapan dewan, dan pembentukan nama-nama dan badan yang nantinya akan dimasukkan ke komisi-komisi.
"Usai pelantikan, besoknya langsung paripurna internal, besoknya lagi juga paripurna. Karena ada banyak ini yang harus kita kerjakan," ucapnya.
Made optimis, dengan anggota dewan yang ada saat ini ia menilai banyak yang memiliki kompetensi kuat di masing-masing bidang.
Dikarenakan, ada seorang pengusaha mantan birokrasi, pemuda dan banyak lain sebagainya.
"Potensinya sangat banyak di sini untuk membangun Kota Malang. Tapi sekarang ini kita akan fokus dalam kerja dulu. Karena ke depan masih banyak yang akan kami kerjakan," ucapnya.
Pria kelahiran Bali itu mengatakan nama-nama untuk mengisi badan-badan dan komisi sudah ada.
Hanya saja, secara resmi belum dapat diinformasikan karena dirinya belum resmi dilantik sebagai ketua definitif.
Usai pelantikan nanti, alat kelengkapan dewan dipastikan sudah akan siap menjalankan tugas kedewanannya.
Setelah itu di hari berikutnya dewan akan kembali mengadakan rapat di tiap badan dan komisi untuk menyusun rencana kerjanya masing-masing.
“Rencana kerja itu kalau bisa didok sebelum 30 September. Jadi kami biar bisa langsung bekerja, seperti hearing sidak dan lain sebagainya," tandasnya.