Malang Raya

Pemkot Malang Bakal Naikkan Bosda SD-SMP Swasta Jadi Rp 65.000

BOSDA KOTA MALANG - Selama ini sebanyak Rp 50.000 per siswa. Untuk siswa SMP akan naik Rp 15.000 sehingga akan menjadi Rp 65.000 per siswa/per bulan.

Pemkot Malang Bakal Naikkan Bosda SD-SMP Swasta Jadi Rp 65.000
web
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pemkot Malang akan menaikkan dana hibah daerah berupa Biaya Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) ke SD-SMP swasta pada 2020.

Selama ini sebanyak Rp 50.000 per siswa. Untuk siswa SMP akan naik Rp 15.000 sehingga akan menjadi Rp 65.000 per siswa/per bulan.

"Sedangkan untuk siswa SD swasta akan naik Rp 9.000," jelas Zubaidah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Minggu (22/9/2019). Sedang bosda untuk SDN-SMPN tidak naik.

Sebab saat ini sudah cukup tinggi. Untuk SMPN mendapat bosda Rp 105.000 per siswa/bulan. Sedang untuk SDN mendapat Rp 75.000 per siswa/bulan. Selain bosda, sekolah juga telah mendapat bosnas. Rencana kenaikkan bosda disampaikan Zubaidah saat sosialisasi perwal baru tentang Implementasi Pendidikan Anti Korupsi lalu. Rencana itu disambut positif oleh sekolah swasta.

"Sangat senang karena dapat meningkatkan layanan pendidikan," kata Idi Rathomy Baisa, Kepala SMP Islam Sabillilah Kota Malang kepada Suryamalang.com, Minggu (22/9/2019). Sedang Rudiyanto dari SMP Sriwedari yang juga Sekretaris MKKS SMP swasta menyatakan hal sama.

"Alhamdulillah jika ada kenaikan bantuan hibah dana bosda yang direncanakan naik Rp 15 ribu per siswa per bulan yang diterimakan pertahun. Sehingga semula Rp 50.000 menjadi Rp 65.000," jelas dia.

Ini tentunya akan membantu sekolah dalam perencanaan dan pelaksanaan operasional sekolah untuk meningkatkan layanan pendidikan di sekolah swasta kepada masyarakat. Disebutnya, prosedur mendapatkan bosda yaitu yayasan membuat pengajuan permohonan/proposal bantuan dana hibah bosda kepada walikota berdasarkan proposa melalui Dinas Pendidikan," jelas Rudianto.

Tahap berikutnya adalah penandatanganan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) antara Yayasan dengan walikota atau sekretaris daerah. Berikutnya adalah yayasan mengajukan permohonan pencairan dana hibah bosda. Setelah itu terakhir proses pencairan dana ke rekening yayasan dan harus segera di transfer ke rekening sekolah/lembaga.

"Yang berikutnya lembaga membuat laporan penggunaan dana yg diserahkan ke yayasan. Dan selanjutnya yayasan melaporkan ke walikota," paparnya.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved