Kabar Jombang

Usai Dua Pekan Ekskavasi, Dimensi Petirtan di Bawah Kolam Irigasi di Jombang Akhirnya Terungkap

PETIRTAAN KUNO DI #JOMBANG - Di tengah bangunan utama ukuran 6,5 x 6,5 meter. Di sini dijumpai empat jaladwara dari batu andesit.

Usai Dua Pekan Ekskavasi, Dimensi Petirtan di Bawah Kolam Irigasi di Jombang Akhirnya Terungkap
sutono
PEMANDIAN KUNO - Situs purbakala sendang Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben Kecamatan Ngoro, Jombang, Jawa Timur. 

SURYAMALANG.COM, JOMBANG - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur sudah dua pekan melakukan ekskavasi atau penggalian di situs purbakala sendang Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben Kecamatan Ngoro, Jombang.

Tim arkeolog menemukan cukup banyak benda purbakala yang merupakan fragmen dari struktur petirtaan atau pemandian dari masa kuno.

Dengan ditemukannya lebih banyak fragmen dan benda purbakala di situs tersebut, BPCB memperoleh gambaran lebih utuh, lebih lengkap atas temuan struktur petirtaan di situs tersebut.

Benda-benda purbakala tersebut digali petugas dibantu warga desa setempat secara manual. Benda-benda purbakala itu terkubur di dasar sendang, bercampur lumpur.

Ekskavasi yang merupakan tahap pertama yang dimulai 9 September 2019 menemukan berbagai benda purbakala yang membentuk struktur bangunan atas hingga bawah, secara keseluruhan memperlihatkan struktur pertirtaan secara lebih komplet.

Antara lain ditemukan lagi tiga jaladwara (pancuran air) sehingga total jaladwara yang ditemukan menjadi empat buah.

Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho, mengatakan, dimensi situs ini, di tengah bangunan utama ukuran 6,5 x 6,5 meter. Di sini dijumpai empat jaladwara dari batu andesit.

“Sedangkan struktur dinding membentang dari utara ke selatan ukuran 8 meter kali 1,2 meter, ketinggian 1,7 meter,” ujar Wicaksono Dwi Nugroho, Minggu (22/9/2019).

Struktur bangunan ini berada di sebelah utara. Ada petirtaan di sisi utara dan barat, bata relief, sejumlah jaladwara, hingga tembikar, lantai dasar dan saluran buang di sisi timur laut.

Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, proses ekskavasi ini dilalukan selama 13 hari hingga Sabtu (21/9/2019), sesuai kesepakatan dengan phak Pemerintah Desa.

Halaman
12
Penulis: Sutono
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved