Arema Malang

Aremania Perlu Siap-Siap, Panpel Arema FC Melarang Minuman dalam Kemasan Masuk Stadion Kanjuruhan

Pelarangan produk minuman dalam kemasan yang bisa dijadikan alat untuk dilempar itu diberlakukan mulai pertandingan Arema FC Vs PSS Sleman

Aremania Perlu Siap-Siap, Panpel Arema FC Melarang Minuman dalam Kemasan Masuk Stadion Kanjuruhan
Hayu Yudha Prabowo
AREMA KALAH - Polisi menenangkan Aremania yang turun dari tribun usai Arema FC dikalahkan PS Tira Persikabo dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Gajayana Malang, Sabtu (29/6/2019). Arema FC dikalahkan tim tamu, PS Tira Persikabo dengan skor 1-2. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Panitia pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC melarang pedagang asongan di dalam stadion Kanjuruhan menjual minuman dalam kemasan botol, kotak atau gelas.

Pelarangan penjualan produk minuman dalam kemasan yang bisa dijadikan alat untuk dilempar itu diberlakukan mulai pertandingan Arema FC Vs PSS Sleman, Selasa (24/9/2019).

Sanksi denda Rp 75 juta yang didapat Arema FC usai laga lawan Borneo FC, Jumat (13/9/2019) lalu di Stadion Kanjuruhan, membuat Panpel Arema FC geram.

Pasalnya sanksi karena pelemparan yang dilakukan suporter bukan kali pertama itu terjadi.

Sebelumnya puluhan juta rupiah telah digelontorkan Arema FC karena kasus serupa.

Untuk itu, kini Panpel Arema FC secara tegas melarang para pedagang asongan menjual minuman dalam kemasan baik berupa kemasan botol, kotak maupun gelas.

Sebab kemasan minuman itu menjadi benda-benda yang bisa dilempar ke lapangan.

Selain itu Panpel juga mengevaluasi Portir dan Sterwart, selaku pihak yang memeriksa pedagang asongan sebelum masuk ke dalam stadion untuk lebih teliti dan tegas.

"Saya sudah perintahkan pada penjaga untuk memeriksa secara teliti, baik minuman botol, minuman gelas, teh kotak dan teh botol untuk diharamkan. Portir dan stewart juga kami minta agar barang-barang itu tidak bisa masuk lagi, meskipun nyatanya kemarin kami kecolongan," kata Abdul Haris Ketua Panpel Arema FC pada SURYAMALANG.COM, Senin (23/9/2019).

"Ini tentu bakal jadi evaluasi kami secara keseluruhan, apakah portir ini bisa dipertahankan atau tidak, karena kami sejak awal sudah memperingatkan agar tidak membawa botol, teh kotak atau apapun masuk," jelasnya.

Lebih lanjut Haris menjelaskan jika sebenarnya titik utama pelemparan bukan dari barang-barang tersebut, namun bersumber dari pola pikir para aremania yang tidak bisa menahan emosi, sehingga melakukan pelemparan ke lapangan dan juga wasit.

"Sebenarnya yang terpenting itukan mindset Aremania, leMparan apapun itukan berakibat sanksi, tak hanya botol saja. Oleh karena itu kami fokus ke lemparannya bukan bendanya, saya minta ubah mindset dan juga budaya ini agar tidak terulang lagi. Silahkan bikin koreo sehebat mungkin untuk mendukung tim ini. Stop pelemparan, jujur soal sanksi saya sayangkan," tuturnya.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved