MAN 2 Kota Malang

Dua Siswa MAN 2 Teliti Pembuatan Pembalut Wanita dari Limbah Batang dan Daun Nilam

Siswa kelas 11 MAN 2 Kota Malang, Twiska Talitha Pangestu dan Hafidza Fatima Z, meneliti pembuatan pembalut wanita dari limbah batang dan daun nilam.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: yuli
sylvianita widyawati
Dua siswa kelas 11 MAN 2 Kota Malang yaitu Twiska Talitha Pangestu dan Hafidza Fatima Yona meneliti pembuatan pembalut wanita dari limbah batang dan daun nilam. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dua siswa kelas 11 MAN 2 Kota Malang yaitu Twiska Talitha Pangestu dan Hafidza Fatima Yona meneliti pembuatan pembalut wanita dari limbah batang dan daun nilam.

Penelitian ini masuk sebagai finalis OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia) 2019 di bidang Matematika, Sains dan Teknologi (MST).

Final akan diadakan di Surakarta pada 14-19 Oktober 2019. Dijelaskan Talitha, ide awal penelitian karena banyak limbah pembalut wanita. "Bahan bakunya plastik sehingga tidak ramah lingkungan. Bahan penyerapnya juga memakai bahan kimia," jelas dia kepada Suryamalang.com di sekolahnya, Senin (23/9/2019).

Kemudian keduanya mencoba mengatasi bagaimana membuat pembalut yang ramah lingkungan dan baik bagi kesehatan sehingga mereka melirik nilam. Nilam biasanya dipakai untuk minyak atsiri. Tumbuhan ini banyak di Indonesia tapi lebih populer di luar negeri daripada dalam negeri. Karena hanya diambil minyaknya, limbahnya tak termanfaatkan.

Yaitu daun dan batangnya. Ini dijadikan inovasi. Meski sudah diambil minyaknya tapi masih ada selulosa untuk menyerap air. Hal ini kemudian dijadikan serbuk. Dari tiga metode, yang bisa menyerap air lebih banyak adalah dengan metode polimerisasi dengan UV. Sedang untuk dasar pembalut, dibuatkan bioplastik dengan bahan singkong, nasi angking dan sukun.

Sementara untuk kainnya dipakai serat bambu yang aman untuk kesehatan. Mereka juga memanfaatkam sabut kelapa untuk wadahnya agar tak meluber. "Pernah kami cobakan juga ke teman pas kebetulan ada yang sedang datang bulan," terang Talitha. Keluhannya masih pada sabut kelapa yang membuat tidak nyaman. "Mungkin kan belum terbiasa," teranh gadis berkacamata ini.

Karena itu diakui masih ada kekurangan untuk perbaikan sebelum tampil di final nanti. Juga rencana mengkolaborasikan dengan serbuk jeruk dari penelitian sebelumnya dengan serbuk nilam agar maksimal penyerapan airnya. MAN 2 Kota Malang meloloskan dua tim finalis dari 10 tim yang yang mengirimkan naskahnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved