Breaking News:

Kota Batu

BREAKING NEWS - Muncul Petisi Penolakan Ranperda RTRW Kota Batu Tahun 2019-2039 di change.org

Muncul petisi penolakan Ranperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Batu tahun 2019-2039 di change.org.

Penulis: Benni Indo
Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Petani menggarap sawahnya di dekat pemukiman padat di Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU – Muncul petisi penolakan Ranperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Batu tahun 2019-2039 di change.org.

Petisi yang dibuat Bayu Agung itu ditujukan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Saat ini Ranperda RTRW Kota Batu tahun 2019-2039 sedang berada di Pemprov Jawa Timur (Jatim) untuk dikaji oleh Gubernur Jawa Timur.

Petisi itu menargetkan angka 2500 dukungan. Sampai Selasa (24/9/2019) pukul 14.00 WIB, sudah ada 1897 orang yang mendandatangani petisi.

Dalam petisi itu, penulis petisi mengkhawatirkan rencana wisata buatan di wilayah BWK 3 (Kecamatan Bumiaji) sehingga menghilangkan wilayah khusus konservasi lingkungan.

Pada poin berikutnya dikatakan bahwa adanya proyek geothermal (Proyek Listrik Panas bumi) wilayah Songgoriti yang bakal menyerap sumber mata air di wilayah sekitarnya.

“Kemudian adanya proyek kereta gantung yang diduga menggelilingi wisata buatan di Kota Batu,” ujar Bayu kepada SURYAMALANG.COM.

Petisi juga menyoroti ada adanya tol tembusan Singosari - Giripurno yang berpotensi menambah kemacetan di Kota Batu karena aksesbilitas yang mudah menuju kota.

“Tuntutan petisi ini sederhana yakni menjaga Kota Batu dari rencana indutri wisata yang berpotensi mengeksploitasi lahan pertanian dan konservasi lingkungan,” imbuh Bayu.

Berdasar data Walhi Jatim pada 2012, sejak tahun 2005 - 2012 terdapat penurunan sumber mata air yang drastis hampir 50 %. Dari 111 Sumber mata air hanya tersisa 58 titik sumber mata air di Kota Batu.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved