Kabar Magetan

GALERI FOTO - Air Telaga Sarangan Penampung Hujan itu Surut Drastis, Pengunjung 5.000-an Tiap Pekan

#MAGETAN - Telaga Pasir di Desa Sarangan Kecamatan Plaosan, Magetan, Jawa Timur, hanyalah danau penampung air hujan. Kini, airnya makin surut.

doni prasetyo
Kemarau panjang tahun ini menjadikan air Telaga Pasir, Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan sebagian mengering, sehingga perahu boat yang biasa disewakan untuk wisatawan harus diparkir jauh ke tengah telaga. 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Telaga Pasir di Desa Sarangan Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, hanyalah danau penampung air hujan. Tidak ada pasokan dari mata air besar di dasar danau maupun sekitarnya.

Itu sebabnya, selama musim kemarau ini, air Telaga Pasir terlihat surut drastis.

"Gimana Telaga Sarangan tidak habis, seluruh lahan pertanian di bawah Sarangan menggunakan air Telaga Pasir. Pada musim kering ini, air Telaga Pasir menjadi sangat kurang," kata pemilik hotel bernama Midjo kepada SuryaMalang.com, Selasa (24/9/2019).

AIR SURUT - Air dalam Telaga Pasir di Sarangan, Magetan, Jawa Timur terlihat surut drastis pada musim kemarau 2019.
AIR SURUT - Air dalam Telaga Pasir di Sarangan, Magetan, Jawa Timur terlihat surut drastis pada musim kemarau 2019. (doni prasetyo)

Menurut dia, air Telaga Pasir untuk menyirami lahan pertanian di bawahnya, juga memasok air ke sejumlah Pabrik Gula (PG) peninggalan Belanda.

"Alhamdulillah, meski air telaga berkurang, tingkat kunjungan wisatawan ke Sarangan tidak ada penurunan, begitu juga yang berminat keliling telaga menggunakan perahu," ujarnya.

Terpisah, Kabid Pengelolaan Pariwisata dan Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan ,Hadi Sumarno, menyebutkan, tingkat kunjungan ke Sarangan semakin bertambah meski kondisi air Telaga Pasir susut.

"Tidak masalah terkait susutnya air Telaga Pasir, Sarangan. Tingkat kunjungan masih tetap antara 4.000 - 5.000 orang tiap pekan. Dengan susutnya air telaga Sarangan, kami punya gagasan menggelar semacam voli pantai," kata Hadi Sumarno.

AIR SURUT - Air dalam Telaga Pasir di Sarangan, Magetan, Jawa Timur terlihat surut drastis pada musim kemarau 2019.
AIR SURUT - Air dalam Telaga Pasir di Sarangan, Magetan, Jawa Timur terlihat surut drastis pada musim kemarau 2019. (doni prasetyo)

Menurut Hadi Sumarno, air Telaga Sarangan sebenarnya tidak untuk PDAM tapi untuk lahan di bawah Sarangan.

"Jadi urusan air menjadi kewenangan Dinas Pengairan Daerah Aliran Sungai (DAS) Solo sehingga pembagiannya sudah diatur secara seimbang antara untuk pertanian dan periwisata," katanya.

AIR SURUT - Air dalam Telaga Pasir di Sarangan, Magetan, Jawa Timur terlihat surut drastis pada musim kemarau 2019.
AIR SURUT - Air dalam Telaga Pasir di Sarangan, Magetan, Jawa Timur terlihat surut drastis pada musim kemarau 2019. (doni prasetyo)

Sementara, Direktur Tehnik (Dirtek) PDAM Lawu Tirta Kabupaten Magetan Wiyono menyebutkan, PDAM tidak menggunakan air Telaga Pasir Sarangan, tapi Waduk Gonggang. Itu pun air waduk sudah hampir habis.

"Air waduk Gonggang, Poncol tinggal sepekan ini, selanjutnya kami akan mengandalkan 18 titik sumur dalam. Tidak hanya itu, PDAM Lawu Tirta juga akan bekerjasama dengan petani pemilik sumur dalam," kata Wiyono kepada SuryaMalang.com, Selasa (24/9/2019).

AIR SURUT - Air dalam Telaga Pasir di Sarangan, Magetan, Jawa Timur terlihat surut drastis pada musim kemarau 2019.
AIR SURUT - Air dalam Telaga Pasir di Sarangan, Magetan, Jawa Timur terlihat surut drastis pada musim kemarau 2019. (doni prasetyo)

Waduk Gonggang terletak di Desa Gonggang Kecamatan Poncol. Selain memasok air bersih ke PDAM Lawu Tirta, Waduk Gonggang juga menjadi sumber mata air bagi kaum tani di empat wilayah kecamatan di Magetan.

"Dari 5500 pelanggan PDAM Lawu Tirto, 3000 pelanggan di antaranya dilaporkan sudah banyak yang bermasalah," pungkas Wiyono.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved