Malang Raya

Usai Dilantik, Pimpinan DPRD Kota Malang Langsung Membentuk Alat Kelengkapan Dewan

Usai Dilantik, Pimpinan DPRD Kota Malang Langsung Membentuk Alat Kelengkapan Dewan

Usai Dilantik, Pimpinan DPRD Kota Malang Langsung Membentuk Alat Kelengkapan Dewan
hayu yudha prabowo
PELANTIKAN PIMPINAN DPRD - Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika (dua dari kiri), Wakil Ketua I DPRD Kota Malang, Abdulrochman (tiga dari kiri), Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Asmualik (kiri) dan Wakil Ketua III DPRD Kota Malang, Rimzah (kanan) berfoto bersama usai acara pelantikan di ruang sidang Paripurna DPRD Kota Malang, Senin (23/9/2019). 

Sementara itu, ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Wanedi akan merapatkan dulu terkait dengan rencana kerja di Komisi D.

Ia akan banyak melakukan koordinasi dengan para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkunga Pemkot Malang yang telah menjadi mitra kerja Komisi D sebelumnya.

"Periode kemarin Komisi D ini dikenal bagus. Oleh karena itu, kami akan memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang kesra dan pendidikan untuk masyarakat kota Malang," ujarnya.

Selain itu Komisi D juga akan melakukan kunjungan kerja terkait dengan pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

Kunjungan kerja itu akan dilaksanakan ke kabupaten Badung Bali.

Wanedi menjelaskan, bahwa pelayanan kesehatan yang ada di Badung dapat meningkatkan PAD yang ujung-ujungnya juga dapat meningkatkan APBD.

Untuk itu, Komisi D berencana melakukan kunjungan kerja ke Pulau Bali tersebut.

"Untuk kapannya kami masih belum tahu. Ya kalau bisa di tahun 2019 ini. Tapi kalau masih belum bisa juga nggak apa-apa. Yang terpenting itu kita harus memaksimalkan dan harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," pungkasnya.

Hal yang sama juga akan dilakukan oleh Komisi B yang dipimpin oleh Trio Agus.

Komisi B akan berkoordinasi dengan mitra-mitra OPD di lingkungan Pemkot Malang untuk meningkatkan perekonomian di Kota Malang.

"Karena kami di bidang perekonomian, jadi kami ingin mendorong para OPD agar bisa meningkat PAD bagi Kota Malang," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta Pemkot Malang agar lebih memberikan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku ekonomi kreatif.

Seperti melakukan pemberdayaan secara insentif.

"Pelaku UMKM dan UKM di Kota Malang ini banyak. Tinggal diberdayakan saja. Terkait dengan permodalan dan lain sebagainya," ujarnya.

Tak hanya Itu, Komisi B juga akan menata pengelolaan restribusi yang ada di pasar tradisional dengan melakukan pengawasan.

"Nanti menggunakan sistem elektronik E-Retribusi. Jadi kami ingin meminimalisir adanya kebocoran. Sehingga potensi untuk kehilangan pendapatan sangatlah kecil," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved