Kabar Jember

Kaum Tani Jember Demonstrasi, Perjuangkan Tanahnya Supaya Bersertifikat

KAUM TANI MENUNTUT SERTIFIKAT - Satu dari ribuan orang itu bernama Sulami (35), warga Dusun Baban Timur Desa Mulyorejo Kecamatan Silo, Jember.

Kaum Tani Jember Demonstrasi, Perjuangkan Tanahnya Supaya Bersertifikat
sri wahyunik
Ribuan orang memadati pelataran gedung DPRD Jember, Senin (30/9/2019). Sebelumnya, kaum tani itu memadati depan kantor Pemkab Jember di Jl Sudarman saat matahari sedang di atas ubun-ubun. Mereka berjuang agar tanahnya bersertifikat. 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Ribuan orang memadati pelataran gedung DPRD Jember, Senin (30/9/2019). 

Sebelumnya, kaum tani itu memadati depan kantor Pemkab Jember di Jl Sudarman saat matahari sedang di atas ubun-ubun.  

Satu dari ribuan orang itu bernama Sulami (35), warga Dusun Baban Timur Desa Mulyorejo Kecamatan Silo, Jember.

"Karena ingin memperjuangkan sertifikat tanah. Saya ingin punya sertifikat untuk tanah saya, biar ada kepastian," ujar Sulami dalam bahasa Indonesia berdialek Madura.

Ibu dua orang anak ini hidup di kawasan thethelan, sebutan untuk kawasan permukiman yang berada di kawasan milik Perhutani.

Thethelan awalnya kawasan hutan yang kemudian berubah menjadi kawasan permukiman.

Sulami mengaku sudah hidup di kawasan tersebut selama 20 tahun.

"Saya sudah 20 tahun hidup di situ. Bersama orang satu dusun, Dusun Baban Timur. Sudah jadi rumah-rumah dan dihuni warga," imbuhnya.

Sulami bersama ratusan perempuan yang ikut berdemo menginginkan tanah mereka memiliki kekuatan hukum melalui selembar sertifikat.

Apa yang dialami Sulami merupakan contoh satu dari sejumlah konflik agraria di Kabupaten Jember.

Halaman
123
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved