Kabar Kediri

PT Gudang Garam Biayai Proyek Bandara Kediri, Pemerintah yang Mengelola untuk Periode Tertentu

PT GUDANG GARAM menanggung semua biaya pembebasan lahan sampai pembangunan Bandara Kediri. Pemerintah tinggal memanfaatkan dalam periode tertentu.

PT Gudang Garam Biayai Proyek Bandara Kediri, Pemerintah yang Mengelola untuk Periode Tertentu
suryamalang.com
PT Gudang Garam Tbk siapkan Rp 10 triliun untuk proyek Bandara Kediri, target operasional tahun 2022. 

PT GUDANG GARAM menanggung semua biaya pembebasan lahan sampai pembangunan Bandara Kediri. Pemerintah tinggal memanfaatkan dalam periode tertentu.

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Fattah Jasin, menegaskan bahwa Bandara Kediri akan menggunakan cara build-operate-transfer (BOT) atau bangun-guna-serah.

Model tersebut adalah opsi yang disepakati oleh PT Gudang Garam Tbk sebagai pihak yang memiliki aset dan yang akan membangun bandara tersebut.

Dalam kurun waktu tertentu, bandara tersebut akan dikembalikan ke Gudang Garam secara keseluruhan setelah dioperasionalkan oleh pemerintah.

"Semuanya Gudang Garam. Mulai pembebasan lahan, pembangunan, semua dari sana. Jadi lebih cepat, dan modelnya yang dikehendaki Gudang Garam nantinya adalah BOT," kata Fattah, Senin (30/9/2019), usai rapat dengan Gudang Garam dan PT Surya Doho Investama di Grahadi.

Dikatakan Fattah untuk bandara opsi pembangunan memang bisa bermacam macam. Ada yang menggunakan public privat partnership.

Itu berarti pemerintah yang memiliki aset, pihak ketiga yang mengelola. Seperti proyek sumber air Umbulan. Untuk bandara, bisa menggunakan sistem kerjasama BOT dengan pemerintah sebagai pengelola.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima audiensi dengan manajemen Gudang Garam terkait pembangunan Bandara Kediri di Grahadi, Surabaya, Senin (30/9/2019).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima audiensi dengan manajemen Gudang Garam terkait pembangunan Bandara Kediri di Grahadi, Surabaya, Senin (30/9/2019). (fatimatuz zahroh)

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa berapa tahun aset bandara akan dikembalikan ke Gudang Garam masih belum dipastikan. Bisa 20 tahun atau 30 tahun.

Untuk Bandara Kediri ini, Pemprov tidak akan mendapatkan sharing pendapatan dalam bentuk pajak ataupun dari operasional bandara sebagaimana Bandara Abdul Rachman Saleh di Malang.

Akan tetapi, ditegaskan oleb Fattah, Jawa Timur tetap akan mendapatkan manfaat yang besar dari terwujudnya Bandara Kediri tahun 2021 mendatang.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved