Universitas Brawijaya Malang

Dekan FMIPA dan FTP Universitas Brawijaya (UB) Malang Kini Bergelar Profesor

Universitas Brawijaya (UB) Malang memiliki dua professor baru, yaitu Dekan FMIPA Adi Susilo MSi PhD dan Dekan FTP, Dr Ir Imam Santoso M.

Dekan FMIPA dan FTP Universitas Brawijaya (UB) Malang Kini Bergelar Profesor
sylvianita widyawati
Dua profesor baru Universitas Brawijaya Malang yaitu Dekan FMIPA Prof Drs Adi Susilo MSi PhD (kanan) dan Dekan FTP (Fakultas Teknologi Pertanian) Profesor Dr Ir Imam Santoso MS (kiri), Selasa (1/10/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Universitas Brawijaya (UB) Malang memiliki dua professor baru, yaitu Dekan FMIPA Adi Susilo MSi PhD dan Dekan FTP (Fakuktas Teknologi Pertanian) Dr Ir Imam Santoso MS.

Keduanya akan dikukuhkan pada Rabu (2/10/2019). "Besok teman-teman BNPB, BPBD akan datang di pengukuhan," kata Adi pada wartawan, Selasa (1/9/2019). Hal ini karena ia dikenal ahli kebencanaan.

Imam Santoso adalah guru besar (gubes) bidang Ilmu Sistem dan Manajemen Agroindustri pada Fakultas Teknologi Pertanian (FTP). Ia gubes ke 12 FTP. Sedang Adi, gubes ke 18 di FMIPA. Mereka gubes UB ke 247 dan 248.

Menurut Adi, ia guru besar pertama di bidang ini. Pidatonya tentang "Pemodelan Konduit Lumpur Sidoarjo, Kebencanaan dan Eksplorasi Sumber Daya Alam".

"Geofisika dalam kebencanaan bisa berkaitan dengan pengurangan risiko bencana," jelasnya.

Menurutnya, penelitian-penelitiannya di kebencanaan banyak. Seperti bencana longsor, tanah retak, potensi tsunami, banjir hingga lumpur lapindo. Dari penelitian itu juga bisa dipakai edukasi juga ke masyarakatnya. Seperti di kampung Ledok di Desa Karangkates Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang.

Setiap tahun selalu ada rumah warga yang retak karena tanah ambles. Namun karena sudah tinggal disana, sulit jika diminta pindah. Sehingga disarankan jika hujan dua jam, agar mereka mengungsi ke tempat lebih atas. Ini sebagai upaya mitigasi bencana. Begitu juga yang di Jombok, Ngantang, Kabupaten Malang.

Sedang di bidang eksplorasi sumber daya alam, penggunaan geofisika bisa dipakai. Misalkan menghitung berapa cadangan sumber daya alam. "Itu peran geofisika. Sehingga di dua bidang itu, dengan geofisika akan memudahkan mengambil kebijakan. Seperti membantu perencanaan selanjutnya," jelas Adi.

Metode geofisika adalah gabungan geologi, fisika dan matematika. Dalam pidato di pengukuhan, ia akan membahas soal lumpur lapindo dari sisi keilmuan. Ketika awal dimulai eksplorasi ia mengaku diundang kesana dan beberapa hari setelah itu ada kejadian itu. Sedang Imam Santoso yang saat mahasiswa juga aktif menulis membawakan pidato " Perspektif Kesisteman dan Manajemen Risiko Strategi Pengembangan Agroindustri 4.0".

Menurut Dekan FTP UB ini, memilih tema ini karena dunia sudah berubah. Maka di bidang industri pertanian juga harus berubah. Apalagi lahan pertanian sudah berkurang. "Industri pengolahannya sudah tidak bisa menggunakan teknologi konvensional. Sehingga perlu digitalisasi dan otomatisasi," kata pria Pamekasan ini.

Hal ini karena kebutuhan pasar sekarang berbeda. Maunya dilayani cepat. Sebagaimana terjadi sekarang. Misalkan pemesanan makanan lewat aplikasi ojek online. Digitalisasi dan otomatisasi harus sudah dilakukan mulai dari hulu ke hilir termasuk distribusinya sehingga memiliki daya saing untuk memenuhi kebutuhan konsumennya.

Untuk itu, UMKM agro industri didorong melakukan ini. Namun saat ini sudah banyak yang memanfaatkan ini termasuk menggunakan media sosial. "Semua harus mengarah kesana. Ini sebuah keniscayaan dan tidak punya pilihan lain untuk menghindar termasuk agro industri," kata dia.

Peran pemerintah bisa sangat strategis memberi pendampingan lewat digitalisasi. Kalau dulu mungkin membangunkan kios sebagai tempat pemasaran, sekarang bisa ke digitalisasi dan berkolaborasi dengan transportasi logistik agar cepat sampai pengirimannya. Efisiensi adalah salah satu roh di agroindustri 4.0. 

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved