Jendela Dunia

Donald Trump Terancam Dilengserkan, Dugaan Pengkhianatan Sudah Tercium di Parlemen Amerika Serikat

Donald Trump Terancam Dilengserkan, Dugaan Pengkhianatan Sudah Semerbak di Parlemen Amerika Serikat

Donald Trump Terancam Dilengserkan, Dugaan Pengkhianatan Sudah Tercium di Parlemen Amerika Serikat
slate.com
Donald Trump 

Donald Trump sebelumnya sempat menyamakan pengadu maupun pejabat Gedung Putih yang memberi informasi kepada pengadu, dengan mata-mata atau pengkhianat dan mengancam bakal menindak tegas.

Trump juga menyebut anggota parlemen dari Demokrat, Adam Schiff, yang memimpin penyelidikan untuk pemakzulan dirinya, telah menyebar fitnah tentang dirinya dan mendesaknya untuk mengundurkan diri.

Donald Trump
Donald Trump (YouTube)

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku heran dengan pemakzulan (upaya menggulingkan) dirinya karena percakapan telepon dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Ketua House of Representatives (DPR AS) Nancy Pelosi dari Partai Demokrat mengumumkan penyelidikan untuk melengserkan presiden 73 tahun itu.

Donald Trump dianggap melanggar konstitusi karena meminta Presiden Ukraina untuk menyelidiki putra pesaingnya di Pilpres 2020 mendatang, Joe Biden.

Dalam konferensi pers, dia menuturkan rakyat AS "terluka" karena Pelosi mengumumkan upaya memakzulkan dirinya, dan mengklaim pendukungnya "jijik".

Dilansir Sky News Kamis (26/9/2019), Trump menuding Pelosi sudah membiarkan dirinya untuk dikuasai politisi dari sayap kiri radikal.

"Saya dimakzulkan karena menggelar pertemuan atau percakapan telepon yang menakjubkan?" tanya Trump.

Dia menuturkan percakapan yang dipermasalahkan adalah percakapan kedua.

Dia pun meminta publik untuk memeriksa kembali percakapan pertama.

Halaman
123
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved