Breaking News:

Hasil Bulutangkis Indonesia Masters 2019 di Malang: Sony Dwi Kuncoro Lolos, Alifia Intan Pulang

Hasil Bulutangkis Indonesia Masters 2019 di Malang: Sony Dwi Kuncoro Lolos, Alifia Intan Pulang

badmintonindonesia.org
Hasil Bulutangkis Indonesia Masters 2019 di Malang: Sony Dwi Kuncoro Lolos, Alifia Intan Pulang 

SURYAMALANG.COM - Simak hasil bulutangkis Indonesia Masters 2019 pada pertandingan Selasa (1/10/2019) yang diadakan di Gor Ken Arok, Malang, Jawa Timur.

Hasil positif diraih oleh Sony Dwi Kuncoro setelah berhasil memulangkan pebulu tangkis muda asal Singapura, sementara Alifia Intan Nurrokhimin harus menelan kekalahan.

Berikut jalannya pertandingan selengkapnya dilansir dari laman badmintonindonesia.org.

Sony Dwi Kuncoro Pulangkan Pebulu Tangkis Muda Asal Singapura, Sempat Kewalahan

Sonny Dwi Kuncoro saat bermain di ajang Indonesia Masters di Gor Ken Arok, Malang
Sonny Dwi Kuncoro saat bermain di ajang Indonesia Masters di Gor Ken Arok, Malang (badmintonindonesia.org)

Sonny Dwi Kuncoro mengakui adanya kesulitan di game pertama saat meladeni pebulutangkis muda asal Singapura, Koh Jia Wei Joel pada Selasa (1/10/2019).

Ia pun harus bermain rubber game dengan skor akhir 18-21, 21-12, 21-17.

Di game pertama, Sonny Dwi Kuncoro harus berpuas diri menelan kekalah.

Ia mengaku kerepotan dengan permainan cepat dan power yang baik dari lawannya.

“Dia kan pemain muda ya, dia memperlihatkan permain cepat dan powernya juga kuat, jadi saya benar-benar harus bisa menyesuaikan dan bisa meredam itu dengan kemampuan yang saya punya sekarang.

Di game pertama juga saya masih harus penyesuaian dengan kondisi lapangan. Selain itu memang ada sedikit kendala juga soal shuttlecock. Shuttlecock-nya kecang sekali,” ungkap Sony Dwi Kuncoro.

Tak ingin melakukan kesalahan yang sama, Sonny Dwi Kuncoro segera memahami pola permainan lawannya.

Ia pun berusaha bermain lebih agresif.

“Tadi di game pertama saya masih coba untuk menyesuaikan, angkatan-angkatan bolanya masih banyak yang tanggung, terus gerakan saya juga masih terlalu pelan.

Tapi di game kedua dan ketiga saya coba untuk duluin dia. Karena kalau saya telat, mungkin dia bisa ambil. Karena dia punya antisipasi yang bagus dan serangannya juga baik,” sambungnya menjelaskan.

Lebih lanjut Sony mengatakan bila ia mampu mengambil keputusan yang tepat saat menghadapi Koh di game penentu dengan bermain sedikit lebih agresif.

“Semua itu bisa terjadi dilapangan. Jadi jangan pernah beranggapan kalau melawan pemain muda atau yang posisinya dibawa kita itu bisa menang mudah.

Jadi kalau tadi di game ketiga saya tidak bisa ambil keputusan ya mungkin saya bisa kalah. Makanya tadi saya coba untuk bermain sedikit lebih agresif untuk meredam permainan lawan,” katanya.

Ia pun turut menambahkan bahwa modal pengalaman saja tidaklah cukup, melainkan gabungan anatara teknik dan power.

“Kalau kita hanya mengandalkan pengalaman saja, saya rasa mungkin akan ketinggalan juga. Jadi dengan kondisi saya sekarang, saya harus bisa memadukan pengalaman dengan teknik dan power yang bagus juga,” lanjutnya.

Lolos ke babak dua Indonesia Masters 2019 BWF Tour Super 100, Sony akan kembali berhadapan dengan pemain muda, Muhammad Febriansyah asal Indonesia.

Selain Sony Dwi Kuncoro, adapula pemain tunggal putri Indonesia yang turut berhasil melaju ke babak selanjutnya.

Desima Aqmar Syarafina Pulangkan Alifia Intan Nurrokhimin, Wakil PBSI Satu-satunya

Alifia Intan Nurrokhimin saat bertanding di Indonesia Masters di Gor Ken Arok, Malang
Alifia Intan Nurrokhimin saat bertanding di Indonesia Masters di Gor Ken Arok, Malang (badmintonindonesia.org)

Desima Aqmar Syarafina berhasil memulangkan Alifia Intan Nurrokhimin yang merupakan satu-satunya wakil tunggal putri Pelatnas PBSI.

Pertarungan keduanya berlangsung tiga game, dimana game kedua dan ketiga dimenangkan oleh Desima.

Terkait hasil ini, Alifia mengaku dirinya banyak melakukan kesalahan sendiri hingga membuatnya harus pulang.

Ia kalah dengan skor 21-18, 16-21 dan 19-21.

“Sebetulnya saya sudah menyiapkan latihan untuk turnamen ini, tapi karena saya baru datang ke sini (Malang) kemarin sore, jadi saya kaya nggak punya persiapan buat coba lapangan.

Di sini shuttlecock-nya kencang. Kalau ngedorong bola itu suka out terus. Intinya saya mengakui banyak mati sendiri di pertandingan hari ini,” ungkap Alifia Intan Nurrohkhim.

Kalah dari lawannya, Alifia pun tak bisa menahan kekecewaannya, padahal ia sudah memahami pola permainan lawannya.

Ia mengatakan bahwa gaya bermain Desima tak jauh berbeda dengan gaya permainannya tahun lalu.

“Kalau saya bandingkan dari pertemuan terakhir saya dengan Desima, sebetulnya dia nggak ada perubahan dari gaya dan kualitas permainannya, tapi hari ini benar-benar murni banyak kesalahan dari saya sendiri.

Harusnya saya bisa ambil tapi ini hasilnya. Artinya saya harus lebih fokus dan siap lagi di kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” tutup Alifia.

Di lain sisi, Desima mengungkapkan bahwa ia hanya perlu fokus dan yakin ketika bermain di lapangan untuk hasil yang memuaskan.

“Yang penting fokus sama yakin saja di lapangan. Karena memang rekor pertemuan kita itu imbang. Jadi selalu ramai kalau kita bertanding. Mungkin kali ini, saya yang lebih siap,” tutur Desima Aqmar Syarafina.

Di babak pertama YUZU Indonesia Masters 2019 BWF Tour Super 100, Desima sudah dinanti tunggal putri asal Tiongkok, Li Yun. Pertemuan ini akan menjadi duel perdana bagi kedua pebulutangkis.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved