Malang Raya

Sikap DPKPCK Kabupaten Malang Tanggapi Investor yang Mulai Lirik Kecamatan Kepanjen

Sejak awal tahun 2019 jumlah pemohon yang mengurus izin investasi di Kepanjen, Malang, mengalami peningkatan. Presentasinya mencapai 100 persen.

Sikap DPKPCK Kabupaten Malang Tanggapi Investor yang Mulai Lirik Kecamatan Kepanjen
erwin
Lahan pertanian di Kepanjen, Kabupaten Malang. Sejak awal tahun 2019 jumlah pemohon yang mengurus izin investasi di Kepanjen mengalami peningkatan. Presentasinya mencapai 100 persen. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang mencatat, sejak awal tahun 2019 jumlah pemohon yang mengurus izin investasi di Kepanjen mengalami peningkatan. Presentasinya mencapai hingga 100 persen.

“Sekarang sekitar 50 pemohon. Rinciannya, dari 50 pemohon tersebut kebanyakan merupakan investor dari sektor industri dan jasa. Termasuk kalangan pengembang untuk perumahan,” ujar Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat ketika dikonfirmasi, Kamis (3/10/2019).

Wahyu menambahkan, ada sekitar 5 sampai 10 pemohon yang ia tolak karena sebuah alasan.

"Pemohon yang kami tolak kebanyakan karena faktor tata ruang, alias lahan itu statusnya masih sawah. Disamping ada juga yang disebabkan karena lahan yang diajukan ternyata menggunakan kawasan sepadan sungai,” ungkap Wahyu.

Wahyu menegaskan, pihaknya memastikan agar lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) yang ada di ibu kota tersebut tidak berdampak pada stabilitas produksi pangan di Kabupaten Malang.

“Ke depan Kepanjen akan menjadi ibu kota Kabupaten Malang. Keberadaan hotel maupun tempat rekreasi merupakan fasilitas utama yang mendukung fungsi dari ibu kota,” terangnya.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved