Kota Batu

Kampung Anggrek di Kelurahan Dadaprejo, Kota Batu, Hasilkan Omzet Rp 400 Juta per Bulan

Kampung Anggrek di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Hasilkan Omzet Rp 400 Juta per Bulan

Kampung Anggrek di Kelurahan Dadaprejo, Kota Batu, Hasilkan Omzet Rp 400 Juta per Bulan
benni indo
Kegiatan menanam Anggrek serempak di depan kantor Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Minggu (6/10/2019). Pemkot Batu berkomitmen untuk menjadikan Kelurahan Dadaprejo sebagai Kampung Anggrek. 

SURYAMALANG.COM, BATU – Pemkot Batu berkomitmen untuk membranding Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo sebagai pusatnya budidaya Anggrek.

Untuk mewujudkan hal tersebut, diselenggarakan acara menanam 4000 Anggrek di depan kantor Kelurahan Dadaprejo, Minggu (6/10/2019).

Semula panitia hanya mempersiapkan 3000 bibit saja yang ditanam serentak, namun antusias tinggi masyarakat membuat panitia menambah 1000 lagi sehingga menjadi hingga 4 ribu.

Anggrek yang ditanam itu ada tiga spesies bibit yakni Anggrek Dendrobium Iasianthera, Anggrek Dendrobium Spectabile, dan Anggrek dendrobium stratiotes. Acara itu dikemas apik melalui event Trilogi Dadaprejo ‘Menanam, Merawat, dan Menuai’.

Masyarakat membawa pulang anggrek yang ditanam serentak. Nantinya Anggrek yang dibawa pulang oleh masyarakat itu diharapkan bisa tumbuh dengan subur hingga berbunga. Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, even itu sebagai tonggak untuk mewujudkan Kelurahan Dadaprejo sebagai kampung anggrek.

“Tanam anggrek sampai 4 ribu ini merupakan hal yang langka dan terbanyak di Indonesia. Ini sebagai wujud masyarakatnya komitmen ingin membesarkan nama daerahnya,” ucap Dewanti, Minggu (6/10/2019).

Dua tahun belakangan ini, Kelurahan Dadarejo mulai mengemas keluarahannya sebagai Kampung Anggrek. Sebutan Kampung Anggrek itu karena memang masyarakatnya banyak yang membudidayakan Anggrek. Beberapa dari mereka seringkali mengikuti kontes anggrek hingga tingkat nasional.

“Totalnya kurang lebih ada 40 orang yang membudidayakannya,” imbuhnya.

Sementara itu petani Anggrek Kelurahan Dadaprejo, Renantanda Dedek Setia Santoso, menambahkan, saat ini di kampung Anggrek ada 40 petani yang mengembangkan anggrek. Perputaran uangnya hingga Rp 400 juta per bulan.

“Karena itu melalui kegiatan ini supaya kampung anggrek ini bisa lebih dikenal masyarakat luas,” jelas Dedek.

Dengan kegiatan ini juga upaya edukasi masyarakat. Bagaimana caran menanam naggrek mulai dari bibit. Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim Sinarto menegaskan bahwa Pemprov Jatim tengah berupaya menumbuhkan perekonomian melalui sektor wisata.

“Kami ingin membangkitkan raksasa ekonomi dari pariwisata. Kami melihat selalu ada perkembangan luar biasa dari Kota Batu,” ujarnya.

Sunarto berharap kegiatan itu bisa menjadi inspirasi bagi tempat lain, khususnya di luar Kota Batu.

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved