Kota Batu

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko Ajak Masyarakat Unggah Keindahan Tabebuya di Media Sosial

Bunga Tabebuya yang bermekaran di sepanjang Jl Ksatrian Arhanud telah menarik perhatian banyak warga, termasuk Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko Ajak Masyarakat Unggah Keindahan Tabebuya di Media Sosial
suryamalang.com/benni indo
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko didampingi Komandan Pusat Pendidikan Arhanud Kolonel Arh Syaepul Mukti Ginanjar saat menghadiri Festival Tabebuya dan Pameran Alutsista TNI di Desa Pendem, Junrejo, Kota Batu, Minggu (6/10/2019). 

SURYAMALANG.COM, BATUBunga Tabebuya yang bermekaran di sepanjang Jl Ksatrian Arhanud telah menarik perhatian banyak warga, termasuk Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Diakui Dewanti, selama ini dia belum pernah berkunjung dan melihat langsung bunga Tabebuya yang bermekaran di depan Pusdik Arhanud itu. Namun pada Minggu, 6 Oktober 2019, keinginan Dewanti untuk melihat langsung bunga Tabebuya terbayar.

“Ini acara surprise, terus terang terang saya beberapa tahun hanya lihat di Instagram. Saya tidak sempat ke sini. Tapi sekarang bisa ke sini, walau telat. Ini surprise sangat indah,” ujar Dewanti saat membuka Festival Tabebuya dan Pameran Alutsista TNI, Minggu (6/10/2019).

Dewanti mengaku terkesan dengan rimbunnya warna kuning bunga Tabebuya. Ia pun ingin agar potensi itu dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah desa. Saat memberikan sambutan di acara pembukaan, di hadapan banyak orang Dewanti  meminta Kepala Desa Pendem bisa membuat acara festival rutin setiap tahunnya.

“Pak Kades, tolong diacarakan betul setiap tahun bersama Arhanud. Kalau bisa bukan saja gawenya Desa Pendem, tapi juga bisa dikolaborasikan dengan perayaan Ultah Kota Batu,” kata Dewanti.

Dewanti menyarankan, dalam pelaksanaan festival itu juga disediakan kuliner khas Kota batu. Termasuk di antaranya adalah produk UMKM di kota Batu.

“Di sini tempatnya strategis. Ketika jalan ditutup bisa dialihkan ke tempat lain. Sekali lagi saya sangat apresiasi, dan semoga bisa menggeser bunga Sakura yang di Jepang. Saingannya Tabebuya di Batu. Semua harus berfoto di sini dan harus diunggah di sosial media,” ujar Dewanti.

Dewanti mengatakan, Pemkot Batu telah menanam sejumlah pohon Tabebuya di Kota Batu. Warna bunganya pun beragam, tidak hanya kuning. Namun pohon-pohon yang telah ditanam itu masih belum bermekaran bunganya saat ini.

Setelah membuka acara secara resmi, Dewanti melihat pameran alat utama sistem senjata (Alutsista) milik Pusat Pendidikan Artileri Pertahanan Udara (Pusdik Arhanud). Dewanti didampingi Komandan Pusat Pendidikan Arhanud Kolonel Arh Syaepul Mukti Ginanjar.

Dijelaskan Syaepul, alutsista yang dipamerkan merupakan senjata utama yang dimiliki Pusdik Arhanud. Tahun pembautan alutsista yang dipamerkan mulai tahun 1940 hingga 2012.

“Alutsista Pertama yang kami miliki  adalah di tahun 1940 an, sampai produksi yang terbaru tahun 2012,” ujar Syaepul, Minggu (6/10/2019).

Dikatakan Syaepul, senjata yang dipamerkan adalah senjata mesin berat 12.7, kemudian  L70 40 mm dan 57 mm, termasuk senjata terbaru 2012 Rudal Mistral.

“Ada satu alutsista yang sudah tidak aktif,” terang mantan Asisten Perencanaan Kodam XIV Hasanudin itu.

Senjata tua hingga terbaru itu sengaja dipamerkan agar masyarakat mengetahui perjalanan sejarah persenjataan TNI AD, khususnya Arhanud. Syaepul mengungkapkan, dalam sejarahnya, pertahanan udara memiliki rudal tua yakni Rudal Rapier. Rudal itu juga dipamerkan, termasuk rudal terbaru Mistral.

“Kami ingin agar masyarakat jangan melupakan sejarah. Sejarah pertama punya rudal adalah Rapier. Kemudian sejarah terbaru adalah Mistral. Jadi kami berkesinambungan,” ungkapnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved