Breaking News:

Warga Sekitar Lahan Bandara Kediri Patok Harga 20 Hingga 35 Juta, Ini 5 Fakta Terbarunya

Pembebasan lahan Bandara Kediri diwarnai dengan aksi warga yang menaikkan harga hingga berkali-kali lipat.

Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Adrianus Adhi
romadoni
LAHAN BANDARA KEDIRI - Lokasi bandara meliputi empat desa di tiga kecamatan, Kabupaten Kediri. 

SURYAMALANG.COM - Pembebasan lahan Bandara Kediri diwarnai dengan aksi warga yang menaikkan harga hingga berkali-kali lipat.

Harga yang dipatok warga tersebut mencapai 20 hingga 35 juta per Ru (satuan ukuran setempat).

Uniknya hal ini justru dilakukan oleh warga yang tanahnya tidak terdampak pembangunan bandara Kediri.

Hal ini membuat warga di area pembebasan lahan ragu-ragu untuk melepas tanahnya.

Pasalnya harga yang ditawarkan PT Gudang Garam tbk masih dibawah harga tersebut.

Berikut fakta-fakta terkait pembebasan lahan Bandara Kediri yang dirangkum SURYAMALANG.

1. Warga Tidak Terdampak Naikan Harga Tanah

Rencana PT Gudang Garam Tbk membangun bandar udara (bandara) melalui anak perusahaannya PT Surya Doho Investama (SDI), membuat harga tanah di sekitar lokasi bandara yang meliputi empat desa di tiga kecamatan, Kabupaten Kediri, melambung tinggi.

Warga pemilik lahan yang tidak terdampak pembangunan bandara, saat ini memasang harga jauh di atas harga pasaran. Mereka rata-rata memasang harga Rp 20 juta per ru, bahkan ada yang nekat menawarkan tanahnya Rp 25 juta hingga Rp 35 juta per ru.

Ru adalah satuan luas masyarakat desa yang merujuk pada dimensi 3,75 meter X 3,75 meter atau atau sekitar 14 m persegi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved