Breaking News:

Warga Sekitar Lahan Bandara Kediri Patok Harga 20 Hingga 35 Juta, Ini 5 Fakta Terbarunya

Pembebasan lahan Bandara Kediri diwarnai dengan aksi warga yang menaikkan harga hingga berkali-kali lipat.

Penulis: Raras Cahyaning Hapsari
Editor: Adrianus Adhi
romadoni
LAHAN BANDARA KEDIRI - Lokasi bandara meliputi empat desa di tiga kecamatan, Kabupaten Kediri. 

Penawaran harga tanah Rp 20 juta per ru berarti sekitar Rp 1.428.571 per meter persegi. Jika Rp 35 juta per ru berarti sekitar Rp 2,5 juta per meter persegi.

2. Warga Dusun Bedrek Selatan Ragu Menjual

Kondisi inilah yang membuat ragu-ragu warga Dusun Bedrek Selatan, Desa/Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, melepaskan tanahnya untuk proyek bandara. Mereka meminta pihak PT SDI membeli tanah sesuai harga pasaran.

Sejak awal pihak PT Gudang Garam melalui PT SDI telah memematok harga Rp 10, 5 juta per ru atau sekitar Rp 714.285 per meter persegi.

"Kami itu tidak melarang, silakan. Boleh dibeli, cuma harganya kurang. Kalau dipakai beli tanah lagi di sekitarnya ya tidak bisa," ujar H Mulyono, warga setempat yang tanahnya terkena proyek bandara, Rabu (2/10/2019).

Sebenarnya dari awal pembebasan lahan pada 2017, Mulyono tidak keberatan jika harus pindah dari tanah kelahiran. Ia pun menyadari pembangunan Bandara Kediri masuk Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Memang benar itu proyeknya atas nama pemerintah, tapi yang membayar itu kan dari PT Gudang Garam. Kalau belum tuntas semua tentunya belum bisa dikerjakan," ungkapnya.

3. Sebanyak 37 Warga Belum melepaskan Tanahnya

Saat ini tercatat 37 kepala keluarga (KK) di Dusun Bedrek Selatan, Desa Grogol yang belum melepaskan tanahnya karena belum sepakat nilai ganti rugi harga tanah dan bangunan.

Saat itu nilai ganti rugi tanah dan bangunan Rp 15 juta per ru dan penggantian material bangunan kandang peternakan Rp 4 juta per meter.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved