Warga Sekitar Lahan Bandara Kediri Patok Harga 20 Hingga 35 Juta, Ini 5 Fakta Terbarunya

Pembebasan lahan Bandara Kediri diwarnai dengan aksi warga yang menaikkan harga hingga berkali-kali lipat.

romadoni
LAHAN BANDARA KEDIRI - Lokasi bandara meliputi empat desa di tiga kecamatan, Kabupaten Kediri. 

"Kami itu tidak melarang, silakan. Boleh dibeli, cuma harganya kurang. Kalau dipakai beli tanah lagi di sekitarnya ya tidak bisa," ujar H Mulyono, warga setempat yang tanahnya terkena proyek bandara, Rabu (2/10/2019).

Sebenarnya dari awal pembebasan lahan pada 2017, Mulyono tidak keberatan jika harus pindah dari tanah kelahiran. Ia pun menyadari pembangunan Bandara Kediri masuk Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Memang benar itu proyeknya atas nama pemerintah, tapi yang membayar itu kan dari PT Gudang Garam. Kalau belum tuntas semua tentunya belum bisa dikerjakan," ungkapnya.

3. Sebanyak 37 Warga Belum melepaskan Tanahnya

Saat ini tercatat 37 kepala keluarga (KK) di Dusun Bedrek Selatan, Desa Grogol yang belum melepaskan tanahnya karena belum sepakat nilai ganti rugi harga tanah dan bangunan.

Saat itu nilai ganti rugi tanah dan bangunan Rp 15 juta per ru dan penggantian material bangunan kandang peternakan Rp 4 juta per meter.

Ganti rugi tanah dan bangunan Rp 15 juta per ru juga untuk tanah yang lokasinya di tepi jalan raya.

Sedangkan untuk harga tanah tanpa bangunan (sawah) yang jauh dari jalan raya Rp 10 juta per ru.

Saat itu, tanah dan kandang peternakan sapi miliknya seluas 300 ru yang berada persis di depan rumahnya dibeli Rp 4,5 miliar. Sedangkan penggantian material kandang sapi senilai Rp 1,05 miliar.

Adapun lahan dan bangunan rumah yang saat ini dihuninya seluas 80 ru, masih dalam proses perhitungan ulang untuk pembebasan lahan. "Kalau bisa harganya sesuai dengan harga pasaran sekarang yang sudah naik," harapnya.

4. Kenaikan Juga Terjadi di Bulusari

Kenaikan harga tanah itu juga terjadi di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan. Kepala Desa (Kades) Bulusari Rohmad Wisuguh mengatakan, warga sempat kebingungan akan pindah kemana seusai terdampak pembangunan Bbandara Kediri.

Sebagian warga yang sudah terlebih dulu menerima kompensasi ganti rugi dari pembebasan lahan, kini malah kesulitan mencari tempat tinggal baru karena harga lahan di sekitarnya sudah melambung tinggi.

"Yang mahal justru tanah di dekat bandara, lebih dari dua kali lipat. (Kompensasi) kalau dibelikan hanya tanah saja, belum bangunannya," ujarnya saat ditemui di kediamannya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved