Universitas Brawijaya Malang

Belasan Mahasiswa Australia Belajar Dua Pekan di UB Malang, Kunjungi Kampung Kajoetangan Heritage

Program studi Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Brawijaya (UB) Malang menjadi tuan rumah program New Colombo Plan Australia.

Belasan Mahasiswa Australia Belajar Dua Pekan di UB Malang, Kunjungi Kampung Kajoetangan Heritage
sylvianita widyawati
Rumah tertua di Kampung Kajoetangan Heritage, Kota Malang yang berusia 149 tahun pada 2019. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Program studi Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Brawijaya (UB) Malang menjadi tuan rumah program New Colombo Plan Australia.

Dr Deborah Wise, dosen Universitas Newcastle yang memperoleh hibah tersebut, memilih Indonesia sebagai negara tujuan program.

Pada Selasa (8/10/2019), Deborah dan 18 mahasiswanya mengunjungi Kampung Kajoetangan Heritage.

Mereka di Indonesia selama dua pekan dan melakukan kunjungan ke Perhumas dan belajar Bahasa Indonesia di kelas serta mengikuti perkuliahan di kelas PR di Prodi Ilmu Komunikasi di Fisip UB.

"Program mereka melihat culture di negara lain, termasuk Indonesia," jelas Alya, staf humas FISIP UB Malang.

Dari kunjungan itu juga ada diskusi bagaimana mengembangkan kampung itu tanpa merusak sosio budayanya. Sehingga perlu salah satu rumah saja dijadikan contoh bagaimana saat dulu. Bukan di semua rumah warga. Sementara keunikan di Kajoetangan adalah banyak rumah-rumah lama masih terjaga hingga saat ini.

Budi Fathoni, penasehat Kampung Kajoetangan Heritage pada Suryamalang.com menyatakan, awalnya masyarakat tidak mengerti bahwa kampung mereka memiliki keunikan.

"Awalnya dulu ya saya ajak jalan-jalan mahasiswa saya untuk melihat kampung ini," jelas dosen ITN Malang ini.

Dari hasil foto selfie yang ditayangkan di media sosial akhirnya menimbulkan antusias generasi milenial datang ke kampung itu.

Kemudian dikumpulkanlah masyarakat. Baru pada 22 April 2018 dipopulerkan Kampung Kajoetangan Heritage.

Salah satunya rumah yang ada di kampung itu berdiri sejak 1870 atau berusia 149 tahun. Kondisinya sampai saat ini masih bagus dengan tegel lama.

"Kami pun membuka diri dengan perguruan tinggi manapun. Sehingga ada simbiosis mutualisme. Misalkan ada pendampingan. Sebab awalnya kan tidak mudah menjadi seperti ini," papar Budi yang juga tim cagar budaya Malang.

Kampung heritage saat ini di tiga RW yaitu 1,9 dan 10. Nanti juga akan menjangkau RW 2 yang ada rumah jengki, rumah musik yang dulu tempat berkumpul musisi Indonesia seperti Ian Antono, Gito Rolies, Gombloh, dll.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved