Kabar Jember

Cara Polisi Jember Evakuasi Mayat Perempuan dari Hutan Silo hingga Naik Motor Trail 15 Km

Polisi belum menemukan identitas mayat perempuan yang ditemukan di tepi sungai Dusun Batu Ampar Desa Mulyorejo Kecamatan Silo, Jember.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: yuli
polsek sempolan
Jenazah dievakuasi dari tepi sungai di kawasan hutan yang berbatasan dengan hutan Taman Nasional Meru Betiri di sisi Dusun Batu Ampar Desa Mulyorejo Kecamatan Silo, Senin (7/10/2019). Saat ditemukan jenazah itu sudah tidak utuh, karena ada bagian tubuhnya yang hilang. 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Polisi belum menemukan identitas mayat perempuan yang ditemukan di tepi sungai Dusun Batu Ampar Desa Mulyorejo Kecamatan Silo, Jember.

Polisi hanya mendapatkan informasi jenazah diduga adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Sampai hari ini belum kami temukan identitas jenazah, masih Mrs X. Kalau menutur keterangan warga sekitar, dia ini beberapa kali minta makan ke warga sekitar, dan keluar masuk hutan. Ada indikasi mengalami gangguan kejiwaan," ujar Kapolsek Sempolan, Kecamatan Silo, AKP Heri Wahyono kepada SuryaMalang.com, Selasa (8/10/2019).

Jenazah perempuan itu kini masih tersimpan di Kamar Mayat RSD dr Soebandi Jember. Polisi menunggu hingga tiga hari untuk memastikan apakah jenazah itu memiliki keluarga.

"Kami menunggu tiga hari untuk memastikan apakah ada orang yang mengaku keluarganya. Warga sekitar lokasi penemuan mayat tidak mengenal jenazah tersebut," imbuhnya.

Jenazah itu dievakuasi dari tepi sungai di kawasan hutan yang berbatasan dengan hutan Taman Nasional Meru Betiri di sisi Dusun Batu Ampar Desa Mulyorejo Kecamatan Silo, Senin (7/10/2019). Saat ditemukan jenazah itu sudah tidak utuh, karena ada bagian tubuhnya yang hilang.

Polisi memperkirakan jenazah itu sudah berusia lima hari. Lokasi penemuan mayat berjarak sekitar 15 kilometer dari permukiman terdekat.

Jenazah itu diketahui akibat bau yang menyengat saat seorang warga sedang mencari rumput. Akhirnya penemuan mayat itu dilaporkan ke perangkat desa, dan diteruskan ke kepolisian.

Menurut Heri, proses evakuasi jenazah itu terbilang sulit. Kalau jenazahnya gampang dievakuasi karena berada di tepian sungai yang tidak curam, ataupun berair deras atau dalam.

"Namun membawanya dari lokasi kejadian ke ambulans itu yang sulit. Karena medannya hutan, jadi sulit. Hanya bisa diangkut memakai kendaraan roda dua. Jalannya setapak di kawasan hutan dan perbukitan," imbuh Heri.

Setelah diidentifikasi di lokasi penemuan mayat, jenazah itu dibungkus kantong mayat milik polisi berwarna kuning. Kemudian jenazah itu diikat di boncengan sepeda motor trail milik Polsek Sempolan.

Kanit Reskrim Polsek Sempolan Ipda Zaki Muttaqin kemudian memboncengnya sampai ke mobil ambulans yang menunggu di permukiman terdekat.

"Mobil ambulans menunggu di permukiman terdekat sekitar 15 Km dari lokasi penemuan mayat," imbuhnya.

Heri mengakui, wilayah kerja Polsek Sempolan Kecamatan Silo memiliki kontur hutan dan perbukitan. Kecamatan itu termasuk kawasan Gunung Gumitir yang berbatasan dengan Kabupaten Banyuwangi, juga perbukitan yang memanjang hingga kawasan TNMB.

Untuk kawasan yang sulit, lanjutnya, memang harus 'diterabas' memakai sepeda motor trail. Polsek Sempolan memiliki satu unit sepeda motor tersebut.

"Kalau butuh agak banyak, beberapa anggota ada yang punya, untuk menerabas lokasi yang sulit. Namun kalau permukiman warga, semuanya bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat. Hanya kawasan tertentu, seperti hutan dan perbukitan seperti lokasi penemuan mayat ini yang harus diterabas memakai motor," tegas Heri.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved