Kabar Kediri

Kepala Desa Bulusari Berharap Warganya Bisa Kerja di Bandara Kediri agar Tak Sekadar Jadi Penonton

Rohmad Wisuguh, Desa Bulusari Kecamatan Tarokan, Berharap Warganya Bisa Kerja di Bandara Kediri agar Tak Sekadar Jadi Penonton.

Kepala Desa Bulusari Berharap Warganya Bisa Kerja di Bandara Kediri agar Tak Sekadar Jadi Penonton
YouTube SURYAtv
7 Fakta Pembangunan Bandara Kediri, Harga Tanah Melonjak 2,5 Juta/m2 & Bakal Lebih Besar dari Juanda 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Rohmad Wisuguh, Desa Bulusari Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, berharap pembangunan Bandara Kediri dapat bermanfaat sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Menurutnya, keberadaan bandara Kediri bisa berdampak positif terhadap lingkungan sehingga bisa
menyerap tenaga kerja asli dari Kediri, khususnya masyarakat Desa Bulusari Kecamatan Tarokan.

"Warga di sini memperbolehkan dan mendukung (pembangunan bandara), tapi ke depannya bukan
hanya sebagai penonton melainkan harus bisa ikut berpartisipasi," ujarnya saat ditemui di
kediamannya, Rabu (2/10/2019).

Dikatakannya, ada sebagian warga yang belum menjual tanah beserta bangunannya karena masih
memikirkan tempat penggantinya. Meski begitu, sebenarnya sejak awal warga Desa Bulusari sangat
mendukung demi kesuksesan pembangunan bandara tersebut. 

"Ada pergeseran posisi runway karena itulah butuh lahan baru. Sebagian warga yang baru terkena
dampak, mereka masih pikir-pikir sembari mencari lahan pengganti," jelasnya.

Suguh, panggilan akrab Kepala Desa Bulusari itu mengatakan, proses pembebasan lahan susulan karena
pergeseran runway masih dalam tahap pengukuran ulang. Pengukuran baru dilakukan sekitar satu bulan
yang lalu.

Warga masih menunggu hasil pengukuran untuk mengetahui nilai nominal dari kompensasi tersebut.

"Pembebasan tanah yang terakhir agak terlambat dan yang diukur baru permukiman. Hasilnya
belum keluar, warga sudah lama menanti hasilnya," ungkapnya.

Ditambahkannya, pergeseran runway sebenarnya menimbulkan gejolak di masyarakat. Warga berharap
diberitahu terlebih dahulu harga tanah dan bangunan sebagai kompensasi supaya bisa menentukan
lokasi pengganti tempat tinggal. 

"Seharusnya diberi tahu harganya dulu (kompensasi) agar warga punya kesempatan untuk memilih
lokasi di mana untuk lahan penggantinya," tuturnya.

Di sisi lain, lanjut dia, pihak Desa Bulusari juga sudah memfasilitasi mencari lahan untuk relokasi
warganya.

Sebagian warga terdampak pembangunan bandara menempati lahan relokasi di wilayah Desa
Cerme, tidak jauh dari lokasi bandara.  (romadoni/danendra kusuma)

Gubernur Jatim: Runway Bandara Kediri Sepanjang 3,3 Km, Bisa untuk Penerbangan Internasional

Dr Imron Mawardi: Bandara Kediri akan Memacu Munculnya Industri-industri Baru

VIDEO - Inilah Desain dan Lokasi Bandara Kediri, Kapasitas Penumpang Lebih Besar dari Bandara Juanda

PT Gudang Garam Siapkan Rp 6 Triliun untuk Bandara Kediri Mulai Januari 2020, Lahan Kurang 4 Persen

PT Gudang Garam Tbk siapkan Rp 10 triliun untuk proyek Bandara Kediri, target operasional tahun 2022.
PT Gudang Garam Tbk siapkan Rp 10 triliun untuk proyek Bandara Kediri, target operasional tahun 2022. (suryamalang.com)
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved