Breaking News:

Selebrita

Nominal Fantastis yang Harus Dibayar Mantan Nikita Mirzani, Dipo Latief Disebut Tak Akan Mampu Bayar

Nominal Fantastis yang Harus Dibayar Mantan Nikita Mirzani, Dipo Latief Disebut Tak Akan Mampu Bayar

Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi
Editor: Adrianus Adhi
Instagram @nikitamirzanimawardi_17
Nominal Fantastis yang Harus Dibayar Mantan Nikita Mirzani, Dipo Latief Disebut Tak Akan Mampu Bayar 

SURYAMALANG.COM - Mantan suami Nikita Mirzani, Dipo Latief kini harus melakukan kewajibannya sebagai pemberi nafkah bagi anak-anaknya.

Majelis hakim Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan mengabulkan permohonan isbat nikah dan gugatan cerai Nikita Mirzani, Senin (7/10/2019).

Tak tanggung-tanggung, nominal akumulatif nafkah bulanan yang harus diberikan oleh Dipo Latief tersebut mencapai ratusan juta rupiah.

Hal tersebut disampaikan oleh kuasa hukum Nikita Mirzani, Fahmi seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel berjudul 'Dipo Latief Wajib Beri Nafkah Ratusan Juta Rupiah kepada Nikita Mirzani Tiap Bulan'.

Nikita Mirzani dan Dipo Latief di kantor Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (31/5/2018).
Nikita Mirzani dan Dipo Latief di kantor Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (31/5/2018). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Fahmi membenarkan nilai akumulasi nafkah yang harus dibayarkan Dipo Latief untuk anak-anaknya mencapai ratusan juta rupiah.

"Intisarinya ada kewajiban yang harus dibayar. Soal nilai itu relatif. Kalau dikalkulasikan semua ratusan juta," kata kuasa hukum Nikita, Fahmi Bachmid, saat ditemui seusai sidang putusan di PA Jakarta Selatan.

Kendati menyebut ratusan juta rupiah, Fahmi tidak menjelaskan secara pasti berapa nominal yang harus dikeluarkan Dipo Latief.

Namun, biaya akumulatif yang mencapai ratusan juta tersebut mencakup pengeluaran Nikita selama mengandung dan melahirkan anaknya dengan Dipo.

"Dari biaya bersalin, melahirkan, dan mungkin ada juga biaya tiap bulan. Kita lihat nanti gimana seorang ayah," ujar Fahmi.

"Di syariat Islam, seorang ayah itu harus tanggung jawab. Enggak perlu ditagih jadi datang sendiri," tambahnya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved