Kabar Surabaya

Belajar Teknik Menyulam Tusuk Kerawang Gorontalo di Surabaya

Anggota Persadir asal Madiun ikut belajar teknik menyulam tusuk Kerawang Gorontalo di Surabaya. Katannya, paling membutuhkan ketelitian ketika...

Belajar Teknik Menyulam Tusuk Kerawang Gorontalo di Surabaya
AHMAD ZAIMUL HAQ
Para anggota Persatuan Pengusaha Sulam dan Bordir (Persadir) Jawa Timur saat menyulam di Jatim Fair, Grand City Mall Surabaya, Rabu (6/10)/2019. 

Anggota Persadir asal Madiun ikut belajar teknik menyulam tusuk Kerawang Gorontalo di Surabaya. Katannya, paling membutuhkan ketelitian ketika ketika menggunakan pola awal.

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Persatuan Pengusaha Sulam dan Bordir (Persadir) Jawa Timur berusaha mempopulerkan kembali teknik menyulam tusuk Kerawang Gorontalo, Rabu (6/10/2019).

Belasan anggota Persadir dari berbagai kota di Jawa Timur mulai dari Surabaya, Malang, Madiun, Probolinggo, Kediri, dan sebagainya bersama-sama membuat kreasi sulam tersebut di tengah keramaian gelaran Jatim Fair yang berlokasi di Grand City Mall Surabaya.

Sri Astuti, anggota Persadir yang berasal dari Kota Kediri sekaligus owner T&T Souvernir by Sani yang menjadi narasumber mengatakan, menyulam dengan teknik tusuk Kerawang Gorontalo sekarang ini jarang ditemukan.

"Teman-teman (Persadir) banyak yang tidak tahu mengenai teknik menyulam ini. Memang belum ada yang meneruskan dan menginovasikan sehingga belum dikenal secara luas," ungkap Sri Astuti.

Oleh karena itu, ia dan anggota Persadir lain berupaya untuk mempopularkannya kembali.

"Kalau dulu, motif yang dihasilkan paling hanya pemandangan atau bangunan gereja. Kali ini polanya lebih bervariasi," tutur Sri.

Lanjutnya, dulu teknik ini hanya diaplikasikan pada taplak. Sekarang bisa dikembangkan seperti pada item fashion.

Menyulam dengan teknik tusuk Kerawang Gorontalo atau yang baisa disebut teknik cabut benang ini, lanjutnya, akan menghasilkan motif yang cantik, seperti jajar genjang.

Pengrajin harus menghitung jumlah lubang yang akan diiris dengan ukuran motif yang disulam. Kemudian, mengiris dan mencabut benang satu per satu. Dalam teknik ini, tampak ruang-ruang kosong yang diisi dengan benang lain.

Halaman
123
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved