Kabar Surabaya

Belajar Teknik Menyulam Tusuk Kerawang Gorontalo di Surabaya

Anggota Persadir asal Madiun ikut belajar teknik menyulam tusuk Kerawang Gorontalo di Surabaya. Katannya, paling membutuhkan ketelitian ketika...

Belajar Teknik Menyulam Tusuk Kerawang Gorontalo di Surabaya
AHMAD ZAIMUL HAQ
Para anggota Persatuan Pengusaha Sulam dan Bordir (Persadir) Jawa Timur saat menyulam di Jatim Fair, Grand City Mall Surabaya, Rabu (6/10)/2019. 

Sri pun memaparkan cara membuat motif jajar genjang menggunakan teknik tusuk Kerawang Gorontalo.

"Pertama, yaitu menyiapkan jarum, benang, dan mata nenek (alat bantu untuk memasukkan benang ke dalam jarum)," ungkap Sri.

Selanjutnya, kain dijelujur pada bagian tengah. Baik melebar, maupun memanjang. Setelah itu, masukkan benang berukuran satu meter pada jarum.

"Tusukkan jarum pada bagian tengah. Lalu buat empat tusuk feston (tusuk yang mempunyai dua arah vertikal dan horizontal). Setelah itu, lakukan hal yang sama pada bagian sampingnya," ungkap Sri.

"Bentuknya sampai berjajar genjang. Tusuk feston yang berhadapan satu sama lain, dilubangi dengan cara didedel. Rongga yang berlubang itu, diisi dengan tusuk sulam pipih," lanjutnya.

Untuk kain, Sri mengatakan, menggunakan strimin. Bukan tanpa alasan, material itu dipilih karena memiliki rongga benang yang jelas sehingga memudahkan dalam menghitung jarak untuk menusukkan jarum sulam.

"Kain strimin seratnya jelas, menghitungnya tidak mungkin salah. Kalau tekstil, misalnya, seratnya susah dilihat," ungkapnya.

Selain strimin, kain yang bisa digunakan yaitu goni. Sri mengatakan, ada dua jenis kain goni, yaitu yang sudah dijual meteran dan masih dalam bentuk karung.

"Kalau masih dalam bentuk karung. Maka harus dicuci terlebih dahulu. Caranya, direndam semalaman menggunakan air. Kemudian dicuci menggunakan deterjen, setelah itu dibilas sampai lima kali. Terkahir dijemur di bawah terik matahari selama dua hari," Sri memaparkan.

Apabila ingin diwarnai, lanjutnya, karung goni dicelupkan ke dalam wenter mendidih. Lalu dijemur, namun tidak boleh terpapar matahari.

Halaman
123
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved