Malang Raya

Perempuan 43 Tahun dari Lumajang Tidak Sudi Lagi ke Wamena Meski Masih Punya Harta di Sana

Perempuan 43 tahun asal Lumajang itu melihat rumah-rumah dibakar di Wamena, dan mendengar banyak orang dibunuh.

Perempuan 43 Tahun dari Lumajang Tidak Sudi Lagi ke Wamena Meski Masih Punya Harta di Sana
hayu yudha prabowo
PENGUNGSI WAMENA - Pengungsi Wamena Papua asal Jawa Timur saat tiba menggunakan pesawat hercules di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Rahu (2/10/2019). Sebanyak 120 pengungsi wamena asal jawa timur tiba di Malang untuk kembali ke daerah asal paska kerusuhan di Wamena yang mengakibatkan 33 orang tewas 

“Cuma bawa baju seadanya. Motor sudah saya tinggal. Sudah ndak mikir harta asal bisa pulang,” cerita Nisi.

SURYAMALANG.COM, PAKIS - Dua pekan setelah kerusuhan, kondisi di Wamena, Papua berangsur membaik. Namun sebagian pengungsi, enggan kembali ke ibu kota Kabupaten Jayawijaya itu.

“Saya trauma. Saya tidak ingin kembali,” ujar Nisi ketika ditemui di Lanud Abd Saleh, Kabupaten Malang, Rabu (9/10/2019).

Nisi adalah salah satu perantau asal Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Ia satu pengungsi dari Wamena yang tiba di Lanud Abd Saleh hari ini.

Meskipun tak mengalami hal mengerikan seperti pembakaran rumah, Nisi mengatakan suasana kerusuhan di Wamena sangat mencekam.

Perempuan 43 tahun itu melihat rumah-rumah dibakar dan mendengar banyak orang dibunuh.

Ia pun akhirnya memutuskan kembali ke Jawa dan meninggalkan harta bendanya yang ada di Wamena.

“Cuma bawa baju seadanya. Motor sudah saya tinggal. Sudah ndak mikir harta asal bisa pulang,” cerita Nisi.

Nisi mengaku mengungsi di Kodim selama sembilan hari sejak kerusuhan pecah. Setelah itu, ia diantar ke dan diterbangkan ke Jayapura. Di sana, ia menunggu giliran agar bisa kembali ke Jawa Timur.

“Di Jayapura kan antre. Akhirnya baru pulang sekarang,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Aminatus Sofya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved