Kabar Tuban

Wawancara Eksklusif Bersama Sunarto, Pria Tuban yang Pulang ke Rumah Padahal Mayatnya Sudah Dikubur

Wawancara Eksklusif Bersama Sunarto, Pria Tuban yang Pulang ke Rumah Padahal Sudah Diklaim Meninggal

Wawancara Eksklusif Bersama Sunarto, Pria Tuban yang Pulang ke Rumah Padahal Mayatnya Sudah Dikubur
Suryamalang.com/Sudarsono
Sunarto di makam Wartim yang semula jenazah di makam itu dikira sebagai Sunarto. 

Pemakaman yang dikira jenazah Sunarto (40), pria korban kecelakaan itu, membuat warga sekitar bertanya-tanya, bahkan menjadi viral di media sosial Facebook.

Hingga akhirnya terungkap penyebab kejadian salah pemakaman itu karena wajah dan tubuh korban tidak dikenali.

Sehingga pihak keluarga Sunarto yang menerima jenazah itupun lalu memakamkannya.

Sunarto pun bercerita awal mula kejadian salah pemakaman itu.

Menurutnya, saat kejadian motornya dipinjam temannya yaitu Wartim (35), warga Dusun Jarum, Desa Pruggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Tuban.

Lalu ternyata mengalami kecelakaan di wilayah Brondong, Lamongan.

Wartim tidak membawa identitas pengenal, sehingga polisi memeriksa di jok sepeda dan terdapat identitas pemilik kendaraan.

"Wartim tidak bawa identitas, di motor yang ada identitas saya.

"Lalu akhirnya dikira saya yang kecelakaan. Motor saya dipinjam Wartim tiga bulan karena saya punya utang," kata Sunarto kepada wartawan di balai desa setempat, Selasa (8/10/2019). 

Dia menjelaskan, usai dikira korban kecelakaan merupakan dirinya, lalu polisi menghubungi keluarganya untuk mengambil jenazah di Puskesmas Brondong.

Wawancara Eksklusif Bersama Sunarto, Pria Tuban yang Pulang ke Rumah Padahal Sudah Diklaim Meninggal
Wawancara Eksklusif Bersama Sunarto, Pria Tuban yang Pulang ke Rumah Padahal Sudah Diklaim Meninggal (Suryamalang.com/Sudarsono)

Pihak keluarga pun langsung membawa jenazah pulang lalu mengurus pemakamannya.

Namun ternyata justru salah orang.

"Ya karena wajahnya tidak dikenali, akhirnya keluarga saya ya mengira itu saya, kaget begitu melihat saya pulang," Terangnya.

Modin Desa Gesikan, Abdul Qoyum menambahkan, jenazah itu datang Senin kemarin, setelah pukul 12 siang.

Kemudian dimakamkan sekitar pukul tiga sore, ternyata malam Sunarto pulang, sehingga warga juga kaget saat melihat dia pulang. 

Sebab, masyarakat masih ingat betul saat melakukan prosesi pemakaman. 

"Kaget warga begitu mengetahui Sunarto pulang, karena warga telah ikut memakamkan," Ungkapnya.

Lokasi makam di Desa Gesikan Kecamatan Grabagan, Tuban. Warga memakamkan jenazah yang dikira Sunarto (40) karena wajah dan tubuhnya tidak dikenali akibat kecelakan maut. Namun, malam setelah pemakaman, Senin (7/10/2019), Sunarto tiba-tiba muncul.
Lokasi makam di Desa Gesikan Kecamatan Grabagan, Tuban. Warga memakamkan jenazah yang dikira Sunarto (40) karena wajah dan tubuhnya tidak dikenali akibat kecelakan maut. Namun, malam setelah pemakaman, Senin (7/10/2019), Sunarto tiba-tiba muncul. (Mochamad Sudarsono)

Diberitakan sebelumnya, Sunarto (40), tinggal di Desa Gesikan, Kecamatan Grabagan, yang bekerja sebagai tukang bangunan.

Kedatangannya ke rumah membuat warga sekitar, terlebih keluarganya kaget.

Pasalnya, warga merasa telah memakamkan pria yang diketahui merupakan korban kecelakaan di Kecamatan Brondong, Lamongan.

Kabar mengenai salah pemakaman itu pun viral di media sosial Facebook, Senin (7/10/2019), malam.

Modin Desa Gesikan, Kecamatan Grabagan, Tuban, Abdul Qoyum mengatakan, yang meninggal bukan Sunarto tapi Wartim (35), warga Dusun Jarum, Desa Pruggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Tuban.

Kedatangan Sunarto tentu menggegerkan warga sekitar, karena warga meyakini sudah memakamkan jenazahnya.

"Warga kaget melihat Sunarto datang, Senin malam, karena warga merasa telah memakamkan," ujarnya kepada wartawan ditemui di lokasi, Selasa (8/10/2019).

Informasi yang dihimpun dari warga sekitar, kabar meninggalnya Sunarto diterima oleh pihak keluarga pada hari Senin (7/10/2019) kemarin, siang.

Setelah dikabarkan meninggal dunia, pihak keluarga dari Sunarto langsung mengambil jenazah korban kecelakaan itu di Puskesmas Kecamatan Brondong, Lamongan.

Jenazah korban kecelakaan tunggal itu kemudian dibawa pulang oleh pihak keluarga selanjutnya dimakamkan.

"Jenazah itu datang setelah pukul 12 siang. Dan kemudian dimakamkan sekitar pukul tiga sore, ternyata malam Sunarto pulang," ujar Abdul Qoyum.

Warga desa tempat tinggal Sunarto di Tuban menggelar rapat terkait insiden salah pemakaman.
Warga desa tempat tinggal Sunarto di Tuban menggelar rapat terkait insiden salah pemakaman. (SURYAMALANG.COM/Sudarsono)
Penulis: Mochamad Sudarsono
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved