Malang Raya

Bupati Malang Ajak Wakilnya ke Candi Kidal, Katanya Lihat Lambang Negara Berupa Garuda

Bupati Malang Ajak Wakilnya ke Candi Kidal, Katanya Lihat Lambang Negara Berupa Garuda. Candi Kidal di Tumpang adalah pendarmaan untuk Sang Anūsapati.

Bupati Malang Ajak Wakilnya ke Candi Kidal, Katanya Lihat Lambang Negara Berupa Garuda
erwin
Bupati Malang, Muhammad Sanusi, menunjukkan relief Garuda di Candi Kidal, Desa Rejokidal Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Kamis (10/10/2019). 

SURYAMALANG.COM, TUMPANG - Bupati Malang, Muhammad Sanusi dan Wakil Bupati Malang, Mohamad Sudarman, mengunjungi Candi Kidal di Desa Rejokidal Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Kamis (10/10/2019).

Sanusi mengaku ke Candi Kidal untuk melihat simbol Garuda yang terpahat di candi tersebut

"Dalam rangka lihat garuda. Saya melihat berbagai sisi dari Candi Kidal. Lambang negara ada di Candi Kidal ini," kata Sanusi usai menaiki tangga di sisi tengah Candi Kidal.

Sekadar diketahui, menurut Sĕrat Pararaton, Candi Kidal adalah pendarmaan untuk ayah Wiṣṇuwardhana bernama Sang Anūsapati yang naik tahta pada tahun 1247 dan meninggal dunia pada tahun 1249. 

BACA RIWAYATNYA - Daftar Nama Tokoh Negara Tumapĕl, Janggala sampai Kadiri Menurut Prasasti Mūla-Malurung Tahun 1255

Bupati Malang, Muhammad Sanusi dan Wakil Bupati Malang, Mohamad Sudarman, mengunjungi Candi Kidal di Desa Rejokidal Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Kamis (10/10/2019)
Bupati Malang, Muhammad Sanusi dan Wakil Bupati Malang, Mohamad Sudarman, mengunjungi Candi Kidal di Desa Rejokidal Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Kamis (10/10/2019) (erwin)

Terkait alasan mengajak Sudarman berkunjung ke Candi Kidal, Sanusi mengaku hanya ajakan spontanitas saja.

"Kebetulan aja ketemu bareng lalu saya ajak ke Candi Kidal. Saya tanya, saya mau ke Candi Kidal, ikut a? Terus kemudian mau (Sudarman) ya saya ajak," kata politisi PKB itu.

Sanusi mengaku akan mengembangkan Candi Kidal untuk menarik jumlah kunjungan wisata.

"Ya kami akan bicarakan terkait pengembangan wisata ini. Termasuk polusi bau kandang ayam akan kami bicarakan cari solusi, pendekatan ke masyarakat akan kami lakukan. Selain potensi cagar budaya, ada sumber air yang bisa dikemas menjadi pemandian," ungkap pria yang pernah mengajar sebagai guru bahasa inggris itu.

Sanusi menerangkan, pihaknya akan menggelar sayembara kepada para perajin batik di Kabupaten Malang untuk menciptakan batik khas Kabupaten Malang.

"Saya tadi diskusi juga bahas batik khas Kabupaten Malang. Rencananya  kami gunakan untuk ASN di Pemkab Malang. Akan saya sayembarakan dalam waktu dekat oleh dinas pariwisata terkait motif batiknya," beber pengusaha tebu itu.

Di sisi lain, Sudarman mengaku diajak jalan-jalan Sanusi usai terpilih sebagai Wakil Bupati Malang sejak kemarin.

"Tadi memang diajak, ayo jalan-jalan, kemudian diajak ke Candi Kidal. Sebetulnya saya sudah pernah ke sini. Artinya saya sudah tak asing dengan candi ini. Yang menarik kata bupati simbol garuda asalnya dari Candi Kidal ini," ujar dosen akuntansi di STIE Malangkucecwara itu. 

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved