Tempo Doeloe

Daftar Nama Tokoh Negara Tumapĕl, Janggala sampai Kadiri Menurut Prasasti Mūla-Malurung Tahun 1255

Daftar Nama Tokoh Negara Tumapel, Daha sampai Kadiri Menurut Prasasti Mūla-Malurung 1255. Oleh: Heri Purwanto, Pengampu Grup Belajar Bahasa Jawa Kuno.

Editor: yuli
1000monarki
Sebagian lempeng Prasasti Mūla-Malurung 1255. 

SANG PRĀṆARĀJA

Pihak yang menerima anugerah prasasti tertulis pada lempeng II-A yang berbunyi : “mapañji buliṇḍaḥ apasĕnggahan sang prāṇarāja, padamlakna sang hyang rāja praśasti”.

Prasasti Mūla-Malurung menyebutkan bahwa Sang Prāṇarāja yang memiliki nama asli Mapañji Buliṇḍah adalah pejabat senior yang mengabdi pada masa pemerintahan kakek Narāryya Sminingrāt, dan juga mengabdi kepada para raja penggantinya berturut-turut hingga Narāryya Sminingrāt.

Tokoh Prāṇarāja juga tertulis pada Sĕrat Pararaton. Uniknya, dalam naskah tersebut ia justru dikisahkan sebagai pejabat yang menghasut Pañji Tohjaya agar melenyapkan Rangga Wuni (Sminingrāt/Wiṣṇuwardhana) dan Mahiṣa Campaka (Narasinghamūrti), dengan menyebut mereka ibarat bisul di pusar yang bisa menyebabkan kematian.

PARA LELUHUR RAJA

AYAH RAJA

Tertulis pada lempeng II-B : “ri pangḍiri nīra rāma nira narāryya, gumantya ni pangḍiri nira kaki nira … sira sang tlas pinratiṣṭa makaswarūpang wiṣṇwarccha de nira narāryya sminingrāt, ngkane sang hyang dharmma ri kiḍal ….”

Prasasti Mūla-Malurung tidak menyebutkan siapa nama ayah Narāryya Sminingrāt, hanya disebutkan bahwa sang ayah naik takhta menggantikan sang kakek, yang setelah wafat didharmakan di Kiḍal dengan perwujudan sebagai arca Wiṣṇu.

Menurut Kakawin Nāgarakṛtāgama, ayah Wiṣṇuwardhana bernama Bhaṭāra Sang Anūṣanātha yang naik takhta pada 1227 dan meninggal pada 1252, serta didharmakan di Kiḍal sebagai Śiwa.

Sementara itu menurut Sĕrat Pararaton, ayah Wiṣṇuwardhana bernama Sang Anūsapati yang naik takhta pada tahun 1247 dan meninggal dunia pada tahun 1249, serta didharmakan di Kiḍal juga. Lokasi tersebut saat ini dapat ditemukan di Desa Rejokidal Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Pentas Topeng Transedental (Kalapan Topeng) yang digelar Paguyupan seni Tari Topeng Darmaputera Raharja di Candi Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Selasa (8/9/2015). Pagelaran seni pertunjukan rakyat ini mengabungkan Topeng Malangan dan Tari Jaranan .
Pentas Topeng Transedental (Kalapan Topeng) yang digelar Paguyupan seni Tari Topeng Darmaputera Raharja di Candi Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Selasa (8/9/2015). Pagelaran seni pertunjukan rakyat ini mengabungkan Topeng Malangan dan Tari Jaranan . (SURYAMALANG.COM/Samsul Hadi)

KAKEK RAJA

Tertulis pada lempeng II-B : “sira kaki nira narāryya sminingrāt, sira sang līna ring ḍāmpa mās, sira sang pinratiṣṭa nira narāryya sminingrāt, makaswarūpang wiṣṇwarccha, mangkāne sang hyang dharmme kagnĕngan ….”

Lalu tertulis pula pada lempeng IX-A : “sira kaki nira, namaste sira bhaṭāra namaśśiwāya, sira sang līna ring ḍampa kanaka.”

Prasasti Mūla-Malurung menyebut nama kakek Narāryya Sminingrāt dengan julukan Bhaṭāra Namaśśiwāya yang meninggal di takhta emas, dan didharmakan di Kagnĕngan dalam perwujudan arca Wiṣṇu.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved