Tempo Doeloe

Ken Dedes, 'Ibu Batik' Nusantara Lama, Berdasarkan Berhala Vidyadewi Prajnaparamita dari Malang

Ken Dedes yang diberhalakan sebagai Vidyadewi Prajnaparamita di Candi Putri, Desa Pagentan Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang adalah sebuah "ikon h

Ken Dedes, 'Ibu Batik' Nusantara Lama, Berdasarkan Berhala Vidyadewi Prajnaparamita dari Malang
wikipedia
Ken Dedes yang diberhalakan sebagai Vidyadewi Prajnaparamita di Candi Putri, Desa Pagentan Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang adalah sebuah "ikon historis" Malang Raya sekaligus ikonnya "Malang Batik Heritage". 

GOOGLE MAPS - Jalan Bungkuk Gang Pondok, Desa Pagentan Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang 

Daerah Singosari yang pernah menjadi salah satu ibukota (kadatwan) kerajaan Singhasari pada paro kedua, sangat mungkin memiliki tempat peribadatan buat memuja arwah dari Ken Dedes -- yang merupakan parameswarii dari vamsakreta (vamsakara, cikal bakal) Singhasari, yaitu Ken Angrok (Sri Ranggah Rajasa Sang Anyrwabhumi).

GOOGLE MAPS - Candi Singosari, Kabupaten Malang

B. Predikat "Ibu Batik" Buat Ken Dedes

Berdasar realitas bahwa arca Pajnaparamita, yang nota bene adalah arca perwujudan Ken Dedes, mengenakan busana batik pada kain panjang bawahan, sampur maupun bhanda (sabuk)-nya, maka cukup alasan predikati Ken Dedes sebagai "IBU BATIK Nusantara Lama".

Pada era Singhasari (abad XIII Masehi) busana bermotif hias batik tulis terbukti telah hadir riil dalam khasanah seni busana, utamanya pada kaum ningrat di lingkungan istana Singhasari.

Predikat terhadap manusia yang telah tiada (meninggal dunia) kelihatannya "naif". Namun itu penting artinya, sebab ada dampak spiritualitas di dalamnya, yaitu daya picu bagi aktivasi kriya batik di masa kini. Bukankah "gelar pahlawan" pun diberikan kepada para kusuma bangsa yang telah mangkat?

Data ikonograafi malahan menunjukkan bahwa pemberian motif hias yang terbilang kompleks dan artististik dengan teknik batik tulis (anulis) pada tekstil (wastra) mula pertama hadir pada masa Singhasari, yang makin berkembang pada masa Majapahit.

Halaman
1234
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved