Kabar Surabaya

Terdakwa Pembunuhan Berencana Lolos dari Tuntutan Hukuman Mati, Modusnya Sangat Keji

Jaksa Pompy Polansky menuntut hukuman 10 tahun penjara terhadap Syamsul bin Tosin di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (10/10/2019).

Terdakwa Pembunuhan Berencana Lolos dari Tuntutan Hukuman Mati, Modusnya Sangat Keji
syamsul arifin
Jaksa Pompy Polansky menuntut hukuman 10 tahun penjara terhadap Syamsul bin Tosin di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (10/10/2019). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Jaksa Pompy Polansky menuntut hukuman 10 tahun penjara terhadap Syamsul bin Tosin di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (10/10/2019). 

Syamsul bin Tosin adalah terdakwa pembunuhan berencana terhadao Setio Budiono yang bekerja sebagai tukang servis AC di Surabaya.

"Menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana bersama-sama melakukan pembunuhan berencana," ujar jaksa Pompy.  

Syamsul dinilai terbukti membunuh Setio dengan membacok kepalanya pakai celurit.

Setio dibunuh di Jalan Gembong Sawah, Surabaya pada 23 Desember 2017 lalu.

Rencana pembunuhan itu berawal ketika kerabat Syamsul bernama Muji mengaku pernah dibacok Setio. Muji hendak balas dendam. 

Dia meminta bantuan kerabat dan koleganya. Salah satunya Syamsul.

Empat hari menjelang pembunuhan, Syamsul ditelepon Syukur, kerabat Muji, untuk diajak ngopi di warung Giras Suramadu, Jalan Tambak Wedi.

Di sana sudah ada empat pelaku lain yang sudah berkumpul. Sehari setelah itu, mereka membagi peran.

"Dipilih sebagai eksekutor adalah terdakwa Syamsul dan Abdul Haris dengan menggunakan celurit dan ditentukan juga hari pelaksanaan eksekusinya," kata jaksa Pompy.

Halaman
12
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved