Kabar Mojokerto

Jaksa Mojokerto Usut Kerugian Negara Rp 519,7 Juta hingga Kepala Dinas Mengundurkan Diri

#MOJOKERTO - Jaksa menemukan indikasi kerugian negara Rp 519,7 juta dalam pelaksanaan proyek pembangunan irigasi air tanah dangkal atau sumur dangkal.

Jaksa Mojokerto Usut Kerugian Negara Rp 519,7 Juta hingga Kepala Dinas Mengundurkan Diri
febrianto ramadani
Kepala Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Mojokerto, Soelistyowati seusai penggeledahan, Selasa (17/9/2019) lalu. 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto menemukan indikasi kerugian negara Rp 519,7 juta dalam pelaksanaan proyek pembangunan irigasi air tanah dangkal atau sumur dangkal.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Mojokerto, Agus Hariono, mengungkapkan, pihaknya tengah menangani kasus dugaan penyalahgunaan wewenang atas pembangunan irigasi air tanah dangkal yang sumber anggarannya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pertanian tahun 2016 lalu.

Proyek pembangunan yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto itu dilaksanakan untuk mendukung pengairan sawah petani, di wilayah tersebut agar tidak kesulitan air saat musim kemarau.

Agus mengatakan, proyek irigasi air tanah datar itu bermasalah karena hasilnya tidak sesuai dengan perencanaan awal serta tidak sesuai spesifikasi. Saat ini, penanganan kasus itu sudah masuk pada tahap penyidikan. 

"Berdasarkan kontrak, proyek untuk mendukung pengairan sawah petani itu menelan anggaran sebesar Rp 3,709 miliar, pagu anggaran untuk pembangunan irigasi air tanah dangkal atau sumur dangkal di Kabupaten Mojokerto adalah sebesar Rp 4,180 miliar. Namun, dari nilai kontrak itu, anggaran yang diserap hanya Rp 2,864 miliar," jelasnya, Sabtu (12/10/2019).

Proyek itu, lanjut Agus Hariono, terbagi dalam 5 paket untuk pembangunan di 38 yang tersebar di 10 kecamatan. Yaitu Kecamatan Sooko, Gedeg, Kemlagi, Trowulan, Bangsal, Pungging, Jatirejo, Kutorejo, Puri dan Mojoanyar.

Dari 5 paket tersebut, lanjut Agus Hariono, 3 paket dikerjakan oleh CV Koloni Jaya dan 2 paket dikerjakan oleh CV Azka Karya Globalindo dan CV Dirga Perkasa.

Tim jaksa menggeledah ruang kerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Mojokerto, Selasa (17/9/2019).
Tim jaksa menggeledah ruang kerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Mojokerto, Selasa (17/9/2019). (febrianto ramadani)

Tim jaksa kemudian menggeledah ruang kerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Mojokerto, Selasa (17/9/2019).

Petugas menggeledah ruang tata usaha dan ruang kerja Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Mojokerto, Soelistiyowati.

Petugas juga membuka beberapa lemari arsip dan melihat dokumen penting di atas meja yang disinyalir berkaitan dengan kegiatan irigasi air tanah dangkal, yang diadakan oleh Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan pada tahun 2016 lalu.

Halaman
1234
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved