Arema Malang

Arema FC Didenda Rp 620 Juta Akibat Ulah Aremania, Berikut Analisis dari Ketua Panpel Singo Edan

Arema FC Didenda Rp 620 juta Akibat Ulah Aremania, Berikut Analisis dari Ketua Panpel Singo Edan

Arema FC Didenda Rp 620 Juta Akibat Ulah Aremania, Berikut Analisis dari Ketua Panpel Singo Edan
Hayu Yudha Prabowo
Maskot Arema diajak berfoto Aremania saat mendukung Arema FC melawan Kalteng Putra FC dalam semi final leg pertama Piala Presiden 2019 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (2/4/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Arema FC menjadi salah satu klub di Liga 1 yang mendapat sanksi denda terbanyak.

Meski secara denda di bawah Persebaya Surabaya, namun Arema FC juga menjadi tim langganan dikenai sanksi denda dari Komdis PSSI.

Hingga kini tercatat Singo Edan telah menggelontorkan uang sebesar Rp 620 juta untuk membayar denda karena ulah Aremania.

Terkait banyaknya denda yang dikeluarkan klub, Abdul Haris Ketua Panpel Arema FC memberikan analisisnya soal banyaknya denda karena pelanggaran yang dilakukan Aremania.

Menurut Haris, ada banyak faktor penyulut emosi serta tingkah laku buruk suporter yang akhirnya melakukan pelemparan, menyalakan flare, hingga masuk ke lapangan.

"Banyak hal yang kalau disikapi itu variabelnya, performa tim juga mempengaruhi suporter melakukan pelanggaran, lalu kinerja wasit juga mempengaruhi, dari klub lawan provokasi juga bisa, terus lawan tim rivalitas juga mempengaruhi. Banyak pengaruhnya," kata Abdul Haris, Minggu (13/10/2019).

Haris juga memberikan salah satu contoh penyebab Aremania bersikap dingin pada PSS Sleman dan hingga kericuhan suporter di tribun karena diduga ada BCS, suporter PSS Sleman yang nekat datang saat pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Selasa (24/9/2019) lalu.

"Kalau dulu seandainya tidak ada kejadian di Sleman saat Arema FC away ke sana, mungkin ya happy-happy saja saat di sini. Karena mungkin kemarin di Sleman disambut dengan seperti itu ya mereka berpikirnya ganti menyambut seperti itu di sini," jelasnya.

Haris berharap ke depan soal sanksi dan denda sudah tidak terulang kembali karena hal itu dapat berpengaruh pada keuangan klub.

Penulis: Dya Ayu
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved