Malang Raya

Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Guru Mapel di Kota Malang Mulai Berbasis Zonasi MGMP

Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) guru mata pelajaran (Mapel) SMP di Kota Malang mulai dilakukan dengan berbasis zonasi MGMP

Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Guru Mapel di Kota Malang Mulai Berbasis Zonasi MGMP
IST
Suasana kegiatan guru mapel Bahasa Indonesia di SMPN 10, Kota Malang, Minggu (13/10/2019). 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) guru mata pelajaran (Mapel) SMP di Kota Malang mulai dilakukan dengan berbasis zonasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Pada 12 Oktober 2019, untuk PKP zonasi guru SMP mapel Matematika, PPKn dan Bahasa Inggris. Kemudian pada 13 Oktober 2019, untuk guru mapel IPA, Bahasa Indonesia dan IPS.

"Fokus pelatihan PKP sekarang bukan di pusat tapi di zona-zona terdekat," jelas Kusmiati, guru inti mapel Bahasa Indonesia.

Untuk pelaksanaan PKP mapel Bahasa Indonesia dipusatkan di SMPN 10 Kota Malang. Ada lima kelas untuk PKP BI. Tiap kelas dalam koordinasi satu guru inti dengan 20 guru mapel Bahasa Indonesia dari SMP negeri dan swasta.

Guru inti Bahasa Indonesia antara lain dari SMPN 21, 10 dan 4. Dijelaskan, PKP selama lima minggu mulai 13 Oktober sampai 16 November 2019.

"Metodenya blended. Antara tatap muka dan online," jelas guru Bahasa Indonesia SMP Islam Sabillilah Kota Malang ini.

Rinciannya selama lima kali in atau pertemuan dan tiga kali on yaitu praktik di sekolah masing-masing.

Dijelaskan, tujuan PKP adalah untuk meningkatan pembelajaran guru ke siswa. Untuk mematau pelaksanaannya di sekolah, juga melibatkan pengawas.

Menurutnya, pertemuan pertama adalah pengenalan pendampingan online lewat sim PKP. Materi lainnya seperti konsep pendalaman materi berorientasi High Order Thinking Skills (HOTS).

Sementara untuk guru inti, sebelumnya telah mengikuti pelatihan. Untuk jadi guru inti memikili standar baik lewat post test, presentasi, keterampilan micro teaching untuk guru inti.

Saat di Malang beberapa waktu lalu, Mendikbud Prof Dr Muhadjir Effendi MAP menyatakan pelatihan guru akan di tiap zona dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah).

Supervisi klinis nanti juga ada ujicoba langsung ke siswa. "Jika pelatihan guru jika di zonanya, maka lima hari buat mengajar dan satu hari bisa ikut pelatihan," papar Muhadjir. Sehingga keberadaan MGMP sangat penting.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved