Malang Raya

Kuliah Tamu Universitas Islam Malang (Unisma) Hadirkan Dubes RI untuk Azerbaijan

Topik yang diangkat Kuliah Tamu Unisma adalah "Pendidikan Islam Multikultural Dalam Perspektif Historis Sosiologis".

Kuliah Tamu Universitas Islam Malang (Unisma) Hadirkan Dubes RI untuk Azerbaijan
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Prof Dr H Husnan Bey Fananie MA, Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Azerbaijan (nomer 5 dari kiri) menerima cidera mata dari Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi saat kegiatan kuliah tamu, Senin (14/10/2019). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Ratusan mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) mendapat kuliah tamu Prof Dr H Husnan Bey Fananie MA, Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Azerbaijan, Senin (14/10/2019) bertempat di gedung pascasarjana.

Topik yang diangkat adalah "Pendidikan Islam Multikultural Dalam Perspektif Historis Sosiologis".

"Unisma adalah kampus multikultural. Bersedianya Bapak Dubes hadir di Unisma menambah motivasi berkembangnya dan berjayanya Unisma sebagai PTNU di Indonesia," ujar Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi di acara itu.

MCW Serukan Semua Pihak Desak Perppu UU Revisi KPK Segera Diterbitkan, Aksi di Balai Kota Malang

Cara Nikita Mirzani Lepas Kangen dengan Bule Brondong Paris saat LDR, Lakukan Hal Ini di Kamar Mandi

Pil Pahit Luna Maya Sering Ditinggal Nikah, Mbak You Beri Peringatan Soal Memperlakukan Orang Tua

"Santri juga bisa jadi dubes. Tapi santri yang mau ikut pendidikan," jelasnya.

Di kegiatan itu, rektor juga menyampaikan perkembangan Unisma terkini.

Menurut dubes, Husnan Bey Fananie, multikultural adalah dari berbagai asal usul suku, bahasa yang berbeda.

"Namun bisa hidup dan berkumpul bersama dalam kegiatan itulah yang disebut multikultural dalam perspektif historis sosiologis," jelasnya.

Ia sempat menceritakan di forum itu saat menjadi santri.

"Saat saya nyantri dulu, saya selalu ingin lebih dari teman saya. Misalkan teman saya sudah hafal berapa juz, saya ingin lebih dari dia. Tapi ternyata saya juga nggak bisa. Sampai guru saya bilang jika saya orang yang lemah menghafal," ceritanya.

Setiap kali ada hafalan, maka saya disuruh berdiri di depan kelas karena saya tak hafal, lanjutnya.

Ia berpesan pada mahasiswa punya prinsip-prinsip dasar yaitu progresif, inovatif, produktif, visioner dan futuristik.

Selain ke Unisma, dubes juga melakukan kunjungan ke Pemkot Malang.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved