Breaking News:

Malang Raya

Polres Malang Kota Ungkap Jaringan Peredaran Obat Terlarang, 5 Orang Ditahan Termasuk Pelaku Aborsi

Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander kasus tersebut terungkap berdasarkan laporan dari masyarakat yang menduga banyaknya peredaran obat aborsi

Penulis: Bella Ayu Kurnia Putri | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Bella Ayu Kurnia Putri
Press rilis kasus peredaran obat terlarang dan aborsi di MaPolres Malang Kota jalan jaksa Agung Suprapto, Samaan, Kec.Klojen Kota Malang, Jawa Timur. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN -Polres Malang Kota dari satuan Reserse Kriminal mengungkap satu kasus peredaran obat terlarang dan aborsi,  Senin (14/10/2019) 

Terdapat 5 tersangka dalam kasus ini yaitu A perempuan berusia 20 tahun selaku pelaku aborsi, B perempuan berusia 20 tahun teman A, T laki-laki berusia 22 tahun yang menjual obat penggugur kandungan kepada B, kemudian ada I perempuan berusia 32 tahun yang menjual obat ke T dan terakhir TS laki-laki berusia 48 tahun pemasok obat penggugur kandungan ke salah satu Apotek yang ada di Malang.

Menurut Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander, terungkapnya kasus tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat yang menduga banyaknya peredaran gelap obat-obatan yang digunakan untuk menggugurkan kandungan.

Arema FC, Persib Bandung dan Persebaya Lolos Lisensi Klub Profesional AFC 2019, Saat Kuantitas Turun

Setelah Pembalut Copot, Kelakuan Lucinta Luna Kembali Jadi Sorotan Saat Nyuci Mobil Sampai Naik Atap

“Kami berhasil mengamankan tersangka berinisial T, kemudian dari inisial T ini kami kembangkan, yang disini kami amankan beberapa obat-Obatan yang mempunyai kandungan untuk menggugurkan janin,”terangnya. 

Selanjutnya, Dony menerima informasi dari tersangka T bahwa T pernah mendapat telefon dari tersangka B dan A dimana mereka meminta obat-obatan tersebut untuk menggugurkan kandungan.

Pada saat itu, tersangka A sedang mengandung 7 bulan, karena saran dari inisial B, akhirnya mereka membeli obat penggugur kandungan dari tersangka inisal T.

Yang bersangkutan memesan obat sebanyak 11 butir, 2 dikonsumsi oleh B dan sisanya dikonsumsi A.

Setelah itu A menghubungi T, untuk bertanya bagaimana cara penggunaan obat tersebut agar janinnya keluar, setelah diberi saran oleh T, janin yang ada di dalam perut A tetap tidak keluar, sehingga minggu berikutnya A menghubungi T kembali untuk untuk konsultasi pemakaian obat penggugur kandungan berikutnya.

Setelah itu barulah janin yang ada di dalam perut A keluar, janin yang keluar, menurut pengakuan A masih hidup, A kemudian menutup bayinya dengan kain hingga meninggal dunia.

Update Kondisi Cedera Pemain Arema FC, Arthur Cunha & Farizi Belum Bisa Main Penuh, Agil Pasti Absen

Mobil Pikap Terbalik di Tol Kertosono-Ngawi, 2 Pria Asal Malang Selamat

A kemudian menghubungi B meminta saran akan diapakan bayi tersebut, kemudian B memberi saran agar dikubur, akhirnya mereka memutuskan untuk mengubur bayi tersebut di daerah Pasuruan, Jawa Timur.

Dari ketiga tersangka tersebut, selanjutnya AKBP Dony Alexander mengatakan bahwa kasus ini dikembangkan kepada tersangka I yang merupakan pemasok obat-obatan penggugur kandungan tersebut dan selanjutnya ada TR yang merupakan jaringan di atas I dan seorang pemasok besar yang ada di wilayah Malang Kota.

AKBP Dony juga mengatakan bahwa jenazah bayi tersebut telah diamankan.

“Jenazah bayi sudah kita temukan di daerah Pasuruan, dan sudah diidentifikasi, di rs Polri menggunakan teknik pengecekan DNA,” ujar AKBP Dony saat press rilis di Polres Malang Kota jalan jaksa Agung Suprapto, Samaan, Kec.Klojen Kota Malang, Jawa Timur.

AKBP Dony menjelaskan pasal yang diberikan kepada tersangka adalah pasal 77A Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jounto Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (Bella Ayu Kurnia Putri/BA) 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved