Kabar Trenggalek

Polisi Trenggalek Gagalkan Penyelundupan 16.000 Bibit Lobster ke Jakarta

Satreskrim Polres Trenggalek menggagalkan penyelundupan 16.000 ekor benur atau bayi lobster yang akan dikirim ke Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Polisi Trenggalek Gagalkan Penyelundupan 16.000 Bibit Lobster ke Jakarta
aflahul abidin
Satreskrim Polres Trenggalek menggagalkan penyelundupan 16.000 ekor benur atau bayi lobster yang akan dikirim ke Jakarta, Jumat (4/10/2019). Polisi menangkap Bibit Sugiono (40) warga Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo, di jalan raya daerah Kecamatan Karangan ketika hendak mengirim benur-benur itu dari kawasan Pantai Prigi menuju Jakarta. 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK – Satreskrim Polres Trenggalek menggagalkan penyelundupan 16.000 ekor benur atau bayi lobster yang akan dikirim ke Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Polisi menangkap Bibit Sugiono (40) warga Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo, di jalan raya daerah Kecamatan Karangan ketika hendak mengirim benur-benur itu dari kawasan Pantai Prigi menuju Jakarta.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan, Bibit adalah kurir yang biasa mengirim benur yang dikumpulkan di daerah Prigi.

Ia mengaku sudah empat kali mengirim puluhan ribu benur dalam kurun beberapa bulan terakhir. Tiap pengiriman rata-rata antara 16.000 sampai 20.000 benur.

“Pada tahap penangkapan, tersangka BS mengendarai kendaraan sendiri. Kami memeriksa, di dalam (mobil) ada 5 boks kardus besar yang isinya, setela kami hitung bersama Balai Karantina Ikan Surabaya dan Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek, 160 kantong plastik benur,” ungkap Calvijn, ketika gelar tangkapan, Selasa (15/10/2019).

Dari keterangan Bibit, polisi mengejar tersangka lain yang merupakan pengepul benur, yakni Khoirul Anam (37), warga Desa Prigi Kecamatan Watulimo.

Khoirul adalah orang yang memerintahkan Bibit untuk mengirim benur ke Jakarta. Berdasarkan pengakuan kepada polisi, Khoirul juga mengaku empat kali mengurus pengiriman benur dari Prigi.
“Tim menangkap di kediamannya tanpa ada perlawanan,” tambah Calvijn.

Khoirul, ujar dia, merupakan pengepul yang mendapat suplai benur dari para nelayan di kawasan Pantai Prigi. Polisi mengaku tengah mendalami hal-hal lain yang disampaikan oleh para tersangka.

Dia menjelaskan, benur-benur yang diamankan dilepas di perariran pantai bersama Balai Karantina Perikanan Surabaya dan Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek esok harinya setelah penangkapan.

Hermanto Yulistiawan, Kasi Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek menjelaskan, proses pelepasan kembali benur berjalan lancar. Dari sekitar 16.000 benur yang dilepas, jumlah yang mati di bawah 20 ekor.

“Kami mengapresiasi kinerja polisi. Jadi memang, kalau perburuan benur, memang alat tangkap tidak dilarang. Tapi penangkapan benur (dilarang) sesuai Peraturan Menteri Nomor 56 Tahun 2016),” ujarnya.

Dua tersangka itu dikenai pasal 92 subsider pasal 100 UU RI Nomor 31 Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan Jo pasal 55 ayat (1) KUHP. “Dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara dan dapat ditahan,” tutur Calvijn.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved