Universitas Negeri Malang

Robot Pemadam Kebakaran Karya Siswa SD Lab Ramaikan Pameran di Kampus Universitas Negeri Malang (UM)

Pengunjung berminat pada tiga robot pemadam kebakaran yang dipamerkan. Mereka bisa mencoba menggerakkan robot yang dijalankan dengan baterai itu.

hayu yudha prabowo
ROBOT PEMADAM - Sejumlah siswa bermain robot pemadam kebakaran dari eskul SD Laboratorium UM yang dipamerkan di Graha Cakrawala, Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (15/10/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pameran akademik dalam rangka dies natalis UM ke 65 dan lustrum ke XIII Universitas Negeri Malang (UM) juga ada booth SD Lab UM, Selasa (15/10/2019).

Pengunjung berminat pada tiga robot pemadam kebakaran yang dipamerkan. Mereka bisa mencoba menggerakkan robot yang dijalankan dengan baterai itu.

"Ini karya siswa dari eskul robotik," jelas Satrio, guru SD Lab kepada Suryamalang.com.

Siswa banyak yang ikut eskul ini. Mereka dari kelas 4-6. Menurut Satrio, peminatnya cukup banyak. Untuk siswa SD, pembinanya mengajarkan bagaimana merangkai robot. Siswa akan merangkai dan menyordir sendiri. Dikatakan pembina yang menyediakan alatnya sehingga orangtua tidak perlu mencarikan.

Beberapa eskul yang disediakan di sekolah ini seperti futsal, karate, presenter dll. Karya lukisan siswa juga dipajang. Di arena pameran juga ada SMP Lab UM, karya tiap fakultas yang ada dan lembaga-lembaga di UM. Di Fakultas Teknik antara lain juga ada mobil hemat energi dari Tim Semeru yang baru saja ikut di Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE).

Sedang di booth LP3 (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran) UM. Dr Titik Harsiati, Kepala Pusat Pengembangan Instrumentasi, Seleksi dan Evaluasi Pendidikan merupakan salah satu pusat pengembangan di LP3 UM.

"Ada enam pusat pengembangan. Yang baru di LP3 adalah DLI (Disruptive Learning Innovation) yang dipegang Prof Waras," jelasnya. Booth LP3 ini juga banyak dikunjungi siswa yang datang.

"Untuk pusat pengembangan yang saya kepalai, menangani pengambilan data mahasiswa, seleksi mandiri, seleksi tendis misalkan untuk promosi dll," jelas Titik. Di bidangnya juga menangani instrumen ketahanmalangan/pantang menyerah (adversity Quotient) untuk maba afirmasi dari daerah 3T. "Instrumennya ya seperti psikologi," jelasnya. Dengan instrumen ini bisa diprediksi daya tahan bagaimana mengatasi masalah dsb.

Sedang Fajar A Saputra, staf DLI yang menjaga stand menjelaskan bahwa DLI lebih fokus pada media disruptif agar menjadi menarik bagi user. DLI didirikan untuk merespon education 4.0. "Beberapa produk sudah dihasilkan," jelasnya. Seperti Idbookstore, Qalifa dan DETO (Disruptive Employement Training Online). Fajar yang juga CEO DETO menjelaskan jika memakai DETO, maka bisa dilakukan training atau pelatihan secara online.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved