Nasional

Gagal Jadi Presiden, Prabowo Dikabarkan Bakal Jadi Menteri Pertahanan dalam Kabinet Kerja Jilid II

Kalah dalam pertarungan Pilpres 2019 melawan petahana Jokowi, kini Prabowo Subianto dikabarkan bakal masuk ke dalam Kabinet Kerja Jokowi Jilid II

Gagal Jadi Presiden, Prabowo Dikabarkan Bakal Jadi Menteri Pertahanan dalam Kabinet Kerja Jilid II
ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Prabowo Subianto 

SURYAMALANG.COM - Kalah dalam pertarungan Pilpres 2019 melawan petahana Jokowi, kini Prabowo Subianto dikabarkan bakal masuk ke dalam Kabinet Kerja Jokowi Jilid II.

Prabowo Subianto yang berpredikat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo itu digadang-gadang telah ditawari posisi Menteri Pertahanan di Kabinet Kerja Jilid II.

Meski juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak membantahnya, namun pihak Istana Kepresidenan tidak menepisnya, tak juga mengiyakan.

Tenaga ahli di Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin juga mengaku mendengar kabar tersebut.

Jika kabar tersebut benar, Ngabalin menganggap hal tersebut patut disyukuri.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin.
Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin. (Fabian Januarius Kuwado)

"Kalaulah nanti benar seperti yang ditulis banyak orang dan yang kita dengar terkait kemungkinan beliau menjadi menteri pertahanan atau lain-lain, saya Alhamdulillahirabbil'alamin," kata Ngabalin di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Ngabalin menganggap Prabowo memiliki karier militer yang gemilang untuk menempati posisi tersebut.

"Karena pasti sudah punya latar belakang militer yang luar biasa. Kita tahu itu akan memberikan kontribusi terhadap kerja sistem pertahanan negara," kata politisi Partai Golkar ini.

Terkait dua nama lainnya yang juga diisukan masuk kandidat penghuni kabinet, Fadli Zon dan Edhy Prabowo, Ngabalin memberi jawaban berbeda.

Fadli Zon
Fadli Zon (Kompas.com)

"Fadli Zon enggak tahu ya," kata Ngabalin, sambil menggaruk kepala.

"(Edhy Prabowo) rumor yang beredar kan diusulkan begitu. Mudah-mudahan iya," ucap Ngabalin.

Sebelumnya diberitakan, Dahnil menyatakan bahwa Prabowo dan petinggi partai tidak pernah membicarakan nama-nama yang ditawarkan menjadi menteri dalam kabinet Jokowi-Maruf Amin.

Ia juga membantah adanya kabar yang menyebut Prabowo menginginkan posisi menteri tertentu dalam kabinet.

Menurut Dahnil, belum pernah ada tawaran posisi menteri yang ditawarkan kepada Prabowo Subianto.

"Bagaimana mungkin dibahas (posisi menteri) apabila tidak ditawarkan," kata Dahnil.

Presiden Jokowi menyampaikan sikap tentang rencana pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/9/2019). Presiden meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menunda pengesahan RKUHP dan mengkaji ulang sejumlah 14 pasal dalam RKUHP yang rencananya akan disahkan pada 24 September 2019.
Presiden Jokowi menyampaikan sikap tentang rencana pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/9/2019). Presiden meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menunda pengesahan RKUHP dan mengkaji ulang sejumlah 14 pasal dalam RKUHP yang rencananya akan disahkan pada 24 September 2019. (ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI)
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved