Universitas Brawijaya Malang

Mahasiswa UB Malang Bikin Aplikasi Jual Beli antara Nelayan dan Pembeli untuk Menekan Tengkulak

Mahasiswa UB Malang Bikin Aplikasi Jual Beli antara Nelayan dan Pembeli untuk Menekan Tengkulak. Aplikasi itu disebut Ashiap.

Mahasiswa UB Malang Bikin Aplikasi Jual Beli antara Nelayan dan Pembeli untuk Menekan Tengkulak
ub
Lima mahasiswa Universitas Brawijaya Malang meraih medali emas di ajang WICE 2019 di Segi College Subang Jaya Malaysia lewat aplikasi Ashiap pekan lalu. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang membuat prototipe aplikasi Ashiap untuk membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Berkat ini, mereka meraih medali emas di WICE (World Competition and Exhibition) 2019 di Segi College Subang Jaya Malaysia. Event ini pada 2-6 Oktober 2019 lalu. Mereka adalah kolaborasi mahasiswa UB dari lima fakultas.

Ashiap adalah application-based sea fish shipping services. "Idenya ya karena kesejahteraan nelayan masih kurang karena masih banyak yang tergantung pada tengkulak," jelas Eka Yuli Kurnia Putri, mahasiswa FISIP UB yang merupakan ketua tim kepada Suryamalang.com, Rabu (16/10/2019).

Dikatakan, tengkulak memberi modal untuk melaut, tapi membeli hasilnya juga seenaknya. Sedangkan tengkulak menjual hasilnya ke pembeli/pedagang lebih mahal.

"Memang ini tidak bisa menghilangkan tengkulak sama sekali. Tapi bisa diminimalisirlah," jawabnya.

Aplikasi ini bisa menghubungkan nelayan dengan pembeli langsung. Dalam aplikasi itu ada fitur jenis ikan, kedatangan, negosiasi dan jasa antar. Jasa antarnya dalam area terbatas agar terjangkau.

"Ada juga negosiasi harga ikan. Jadi ada interaksi. Misalkan nelayan menjual ikan Rp 50.000, tapi bisa bernego," jelasnya.

Selain itu juga dirancang ada investor yang membantu nelayan dan diperhitungkan timbal baliknya dengan melihat jangka waktunya.

"Kami ingin aplikasi ini dilirik pemerintah daerah, yaitu Dinas Perikanan," harapnya.

Saat di Malaysia, prototipe ini sudah dilirik investor Malaysia. Namun mereka ingin yang bisa mengembangkan prototipe ini adalah anak bangsa. Sebab di luar negeri sangat dihargai.

Dijelaskan, saat di event itu, memang ada pameran dan banyak investor datang. Adapun tim mahasiswa UB di lomba ini adalah Eka Yuli Kurnia Putri, M Ilham Maulana, M Lutfi Ardiansyah, Achmad Iqbal Ramadhani dan Abraham Cristya.

"Kami bikin ide ini untuk lomba di Malaysia di bidang TI," papar Eka. Karena ia dari FISIP, maka kolaborasi dengan temannya dari FH, Filkom, FT dan FPIK. Hasilnya, Ashiap.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved